Langsung ke konten
PANGANNEWS.ID

Kaltim Ubah Limbah Sawit Jadi Energi Bersih, Solusi Bagi Transisi Energi

Bagikan
Kaltim ubah limbah sawit jadi energi bersih, solusi bagi transisi energi. (Foto : kaltimprov.go.id)
Kaltim ubah limbah sawit jadi energi bersih, solusi bagi transisi energi. (Foto : kaltimprov.go.id)

Pangannews.id – Kalimantan Timur (Kaltim) mulai menunjukkan langkah konkret dalam transisi energi. Bukan lewat proyek-proyek besar, tapi dari sesuatu yang kerap dianggap tak berguna, yakni limbah kelapa sawit.

Dengan memanfaatkan limbah padat dan cair dari industri kelapa sawit, Pemerintah Provinsi Kaltim mendorong pengembangan energi baru terbarukan (EBT) yang bersumber dari potensi lokal.

Analis Kebijakan EBT Dinas ESDM Kaltim, Syamsuddin, menyebutkan bahwa dua jenis limbah sawit kini menjadi fokus, yaitu cangkang sawit sebagai biomassa, dan limbah cair atau palm oil mill effluent (POME) sebagai sumber biogas.

“Kami terus mendorong pelaku usaha untuk memanfaatkan energi bersih sesuai potensi yang ada di lingkungannya,” ujar Syamsuddin.

POME dikenal sebagai limbah dengan kandungan gas metana tinggi, gas rumah kaca yang berdampak besar pada pemanasan global. Namun dengan teknologi tepat, gas ini bisa ditangkap dan diolah menjadi energi.

“Pemanfaatan POME ini memiliki manfaat ganda. Selain mengurangi pencemaran udara, kita juga mendapatkan sumber energi yang bisa menggantikan bahan bakar fosil,” jelas Syamsuddin.

Dikutip dari Antara, salah satu contoh keberhasilan datang dari PT Dharma Satya Nusantara (DSN) di Kutai Timur. Perusahaan ini telah mengkonversi sekitar 75 persen kendaraan operasionalnya untuk menggunakan biogas dari POME, yang menurut laporan internal, menghemat hingga Rp7 miliar per tahun.

Potensi Tak Sekadar untuk Industri

Jika selama ini pemanfaatan biomassa dan biogas sawit lebih banyak digunakan untuk kebutuhan internal perusahaan, kini arah kebijakan mulai bergeser ke masyarakat.

Pemerintah Kabupaten Kutai Timur aktif menjajaki pemanfaatan energi sawit untuk mengatasi persoalan listrik desa.

Arif Nur Wahyuni, Kepala Bagian SDA Pemkab Kutim, menyatakan pihaknya memfasilitasi kerja sama antara PLN dan perusahaan sawit untuk menyuplai listrik ke 22 desa yang masih gelap gulita.

“Potensi energi tersembunyi dalam limbah cair sawit tidak hanya mampu menghasilkan listrik, tetapi juga mendukung agenda transisi energi nasional. Ini adalah masa depan energi hijau,” kata Arif.

Meski potensinya besar, pemanfaatan energi dari limbah sawit masih menghadapi tantangan. Di antaranya adalah investasi awal teknologi, regulasi teknis, dan integrasi ke jaringan listrik nasional.

Editor : Adi Permana

Ditulis olehPers Pangannews
Lihat Semua

Komentar Pembaca

Sampaikan pendapat dengan santun dan sesuai topik berita.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.

PANGANNEWS.ID

Jelajahi kanal