Pangannews.id - Bupati Pati, Sudewo, menekankan pentingnya sinergi seluruh pihak dalam upaya mewujudkan target produktivitas pertanian hingga 10 ton per hektare. Hal tersebut disampaikan dalam Rapat Koordinasi (Rakor) Presentasi Update Program Unggulan Bidang Pertanian yang digelar di Ruang Pragolo Setda Kabupaten Pati.
Kegiatan tersebut dihadiri oleh Wakil Bupati Pati, Dandim 0718/Pati, para camat, perwakilan Dinas Pertanian, organisasi PASOPATI, serta kelompok tani dari berbagai wilayah di Kabupaten Pati.
“Alhamdulillah sampai sekarang ini sudah beberapa desa membuktikan hasilnya, sudah bisa 10 ton lebih,” ujar Sudewo, dikutip Selasa, 11 November 2025.
Ia menjelaskan, rakor ini menjadi sarana evaluasi terhadap sejauh mana metode ‘10 Ton Bisa’ telah diterapkan dan menghasilkan capaian nyata di lapangan.
Bupati juga menyampaikan apresiasi kepada Dandim 0718/Pati yang ikut membantu petani melalui penerapan Mikroba PA63 WD05. Menurutnya, inovasi tersebut dapat meningkatkan hasil panen sekaligus memperbaiki kualitas tanah.
“Dengan mikroba PA63 ditambah metode dan pupuk yang tepat, hasilnya bisa maksimal mencapai 10 ton,” jelasnya.
Selain fokus pada peningkatan produksi padi, Sudewo menyoroti pengembangan komoditas tembakau di Kabupaten Pati. Ia menargetkan perluasan lahan tanam secara signifikan pada musim tanam berikutnya.
“Sekarang ini di Pati hanya 900 hektare tertanam tembakau, target kami di tahun 2026 mencapai 5.000 hingga 6.000 hektare,” tegasnya.
Editor: Adi Permana


Komentar Pembaca
Sampaikan pendapat dengan santun dan sesuai topik berita.
Masuk untuk ikut berdiskusi.
MasukBelum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.