Pangannews.id - Banjir yang melanda Kabupaten Gayo Lues, Aceh, sejak Selasa malam (18/11/2025) menggenangi lahan persawahan warga dan merusak sejumlah infrastruktur air.
Informasi dari Pusdalops BPBD Gayo Lues menyebutkan, hujan berintensitas tinggi memicu luapan Daerah Aliran Sungai (DAS) Tripe dan DAS Ulun Tanoh.
Akibat luapan itu, dua gampong menjadi lokasi terdampak, yakni Desa Ulun Tanoh di Kecamatan Kuta Panjang dan Desa Badak di Kecamatan Dabun Gelang.
“Musibah ini terjadi setelah curah hujan meningkat tajam sehingga sungai tidak mampu menampung debit air,” ujar Plt Kepala Pelaksana BPBA Aceh, Fadmi Ridwan, di Banda Aceh, Rabu.
Kerusakan paling parah terjadi di Desa Ulun Tanoh. Bendungan desa dilaporkan jebol dan menyebabkan sekitar 68 hektare persawahan terendam.
Kondisi itu membuat petani terancam gagal panen. Sementara di Desa Badak, banjir merusak tanggul DAS setempat dan menerjang dua hektare lahan pertanian.
BPBD Gayo Lues telah menurunkan satu regu Tim Reaksi Cepat (TRC) untuk memeriksa situasi di lapangan dan mendata kerugian.
Sejumlah alat berat juga dikerahkan guna penanganan darurat, khususnya pada titik-titik yang berkaitan dengan fungsi irigasi dan aliran sungai.
Fadmi memastikan tidak ada warga yang harus mengungsi. “Korban terdampak masih dalam proses pendataan. Untuk saat ini, ketinggian air sudah mulai menurun,” katanya.
Editor : Adi Permana


Komentar Pembaca
Sampaikan pendapat dengan santun dan sesuai topik berita.
Masuk untuk ikut berdiskusi.
MasukBelum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.