Langsung ke konten
PANGANNEWS.ID

Menyusul Singapura, Alpukat Yunnan Resmi Masuk Pasar Malaysia

Bagikan
Menyusul Singapura, Alpukat Yunnan resmi masuk pasar Malaysia. (Foto: Ilustrasi/Pixabay)
Menyusul Singapura, Alpukat Yunnan resmi masuk pasar Malaysia. (Foto: Ilustrasi/Pixabay)

Pangannews.id - Produk hortikultura asal China kembali memperluas jangkauan pasarnya di Asia Tenggara. Kali ini, alpukat dari Provinsi Yunnan, China barat daya, berhasil masuk ke pasar Malaysia setelah sebelumnya menembus Singapura pada 2024.

Alpukat yang diekspor ke dua negara tersebut berasal dari kawasan Mengnuo, Longling, salah satu sentra produksi alpukat di Yunnan. Wilayah ini dikenal memiliki karakter alam yang mendukung budidaya alpukat, mulai dari struktur tanah yang subur hingga iklim dengan curah hujan yang relatif stabil sepanjang tahun.

Kondisi geografis Longling yang berada di sekitar cekungan Sungai Nujiang turut berkontribusi terhadap kualitas hasil panen. Alpukat dari kawasan ini disebut memiliki cita rasa yang konsisten serta produktivitas yang cukup tinggi, sehingga mampu bersaing di pasar ekspor.

Manajer Bisnis Internasional Yunnan Bafang Agricultural Technology Development Co., Ltd, Li Jiaozhu, mengungkapkan bahwa kecepatan distribusi menjadi faktor penting dalam menjaga mutu buah selama proses ekspor.

“Alpukat dipanen, lalu segera menjalani pemeriksaan bea cukai dan dikirim menggunakan sistem rantai dingin menuju Bandara Internasional Changshui di Kunming. Seluruh proses hingga produk tiba di pasar Malaysia berlangsung sekitar lima hari,” kata Li.

Selain kesiapan logistik, perusahaan juga menerapkan strategi selektif dalam pengembangan pasar. Manajer Umum Yunnan Bafang Agricultural Technology Development Co., Ltd, Zhang Wei, mengatakan pihaknya menjalin kerja sama dengan mitra lokal yang dinilai memiliki kapasitas distribusi dan pemahaman pasar yang kuat.

“Kami mempelajari potensi penjualan serta kinerja pasar setiap mitra agar produk alpukat dapat berkembang secara berkelanjutan di Malaysia,” ujarnya.

Tidak hanya fokus pada ekspor buah segar, perusahaan mulai mengembangkan diversifikasi usaha berbasis alpukat. Sejumlah produk turunan tengah dijajaki, mulai dari bahan pangan olahan hingga produk bernilai tambah seperti minyak alpukat dan bahan baku kosmetik.

Pengembangan industri alpukat di Mengnuo juga mendapat dukungan dari pemerintah daerah.

Pejabat setempat, Shao Zongbi, menyatakan otoritas wilayah memberikan berbagai fasilitasi guna memperkuat rantai produksi, termasuk penyediaan tenaga kerja, dukungan alih fungsi lahan, serta layanan pendukung lainnya.

Editor : Adi Permana

Ditulis olehPers Pangannews
Lihat Semua

Komentar Pembaca

Sampaikan pendapat dengan santun dan sesuai topik berita.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.

PANGANNEWS.ID

Jelajahi kanal