Langsung ke konten
PANGANNEWS.ID

Kemlu Tegaskan Tidak Ada WNI di India Terdampak Virus Nipah

Bagikan
Kemlu tegaskan tidak ada WNI di India terdampak virus nipah. (Foto : Ilustrasi/Pixabay)
Kemlu tegaskan tidak ada WNI di India terdampak virus nipah. (Foto : Ilustrasi/Pixabay)

Pangannews.id - Munculnya kembali kasus virus Nipah di India menjadi perhatian pemerintah Indonesia. Kementerian Luar Negeri RI memastikan terus memantau situasi di negara bagian Benggala Barat, wilayah yang dilaporkan menjadi lokasi penularan terbaru virus mematikan tersebut.

Pemantauan dilakukan melalui KBRI New Delhi yang berkoordinasi langsung dengan Konsul Kehormatan RI di Kolkata serta otoritas kesehatan setempat. Berdasarkan informasi yang diterima, situasi di lapangan masih dalam kondisi terkendali dan langkah isolasi telah diterapkan untuk membatasi penyebaran.

“Dari hasil koordinasi kami, kondisi di Benggala Barat masih terpantau terkendali dan otoritas setempat sedang melakukan upaya isolasi,” ujar Juru Bicara Kemlu RI Yvonne Mewengkang, dikutip dari Antara.

Kemlu menegaskan hingga saat ini tidak ada laporan warga negara Indonesia yang terpapar virus Nipah. Data perwakilan RI mencatat sebanyak 38 WNI bermukim di Benggala Barat dan seluruhnya berada dalam pengawasan perwakilan RI.

“Sampai sekarang KBRI belum menerima laporan WNI yang terdampak virus Nipah,” kata Yvonne.

Selain pemantauan, KBRI New Delhi juga telah menyampaikan imbauan kepada WNI agar meningkatkan kewaspadaan dan mengikuti ketentuan kesehatan yang diberlakukan pemerintah India. Komunikasi rutin dengan komunitas WNI terus dilakukan untuk memastikan respons cepat jika dibutuhkan.

Sebelumnya, otoritas India sempat melaporkan dugaan lima kasus penularan virus Nipah di Benggala Barat. Namun, Kementerian Kesehatan dan Kesejahteraan Keluarga India kemudian mengklarifikasi bahwa hanya dua kasus yang terkonfirmasi secara resmi. India sendiri tercatat pernah mengalami wabah virus Nipah sebanyak empat kali sejak 2001.

Virus Nipah dikenal sebagai penyakit zoonosis berbahaya yang dapat menyerang sistem pernapasan dan saraf. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mencatat tingkat kematian virus ini dapat melampaui 40 persen. Sejumlah negara, termasuk Indonesia, Malaysia, dan Thailand, telah meningkatkan skrining kesehatan penumpang internasional sebagai langkah pencegahan.

Editor : Adi Permana

Ditulis olehPers Pangannews
Lihat Semua

Komentar Pembaca

Sampaikan pendapat dengan santun dan sesuai topik berita.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.

PANGANNEWS.ID

Jelajahi kanal