5 jam yang lalu
PanganNews.id – Pemerintah Kabupaten Buleleng berkomitmen mempercepat pelaksanaan program Horticulture Development Dryland Areas Sector Project (HDDAP) yang saat ini tengah berjalan. Terdapat empat komoditas unggulan daerah, yaitu manggis, durian, bawang merah, dan sayuran daun yang dijalankan di kabupaten ini.
Dalam audiensi yang dilaksanakan pada Senin (20/4), Sekretaris Direktorat Jenderal Hortikultura Hotman Fajar Simanjuntak menekankan agar perampungan HCDP dapat sesegera mungkin.
“Kami sangat menantikan agar penyelesaian HCDP sesegera mungkin mengikuti syarat mekanisme. Buleleng ini memang unik karena terdapat empat komoditas unggulan. Agar mempercepat, kami juga merekrut fasilitator dari daerah sendiri agar mempermudah komunikasi,” ujarnya.
Bupati Buleleng, I Nyoman Sutjidra, mengungkapkan terima kasih atas perhatian pusat terhadap Kabupaten Buleleng melalui kegiatan HDDAP serta menegaskan pentingnya sinergi antara pemerintah pusat dan daerah untuk mempercepat penyelesaian dokumen dan pelaksanaan kegiatan di lapangan.
“Empat komoditas ini merupakan potensi besar bagi Buleleng. Kami harap seluruh dokumen dapat segera diselesaikan agar pelaksanaan, termasuk penanaman dan pembangunan irigasi, bisa dimulai secepatnya. Masyarakat Buleleng harus bisa segera merasakan manfaatnya,” terangnya.
Pemkab Buleleng menargetkan penyelesaian seluruh dokumen HCDP dan Concept Note pada akhir April 2026. Dengan demikian, proses penanaman dan pembangunan infrastruktur pertanian diharapkan dapat dimulai pada akhir tahun ini.
“Kami ingin percepatan nyata agar masyarakat segera mendapat manfaat,” tegas Bupati Sutjidra. “Dengan kerja sama erat antar pemerintah pusat, daerah, dan mitra swasta, Buleleng siap menjadi salah satu contoh sukses implementasi HDDAP di Indonesia.”
Kepala Dinas Pertanian Buleleng, I Gede Melandrat menegaskan bahwa tantangan utama saat ini adalah penyempurnaan dokumen perencanaan teknis seperti DED, RAB, dan spesifikasi teknis, serta perumusan intervensi HDDAP yang terintegrasi dari hulu ke hilir.
“Kita sudah punya petugas lapangan dan benihnya. Tinggal pengadaan sarana dan prasarana yang diharapkan bisa dilakukan di daerah. Kami juga berharap pendampingan dari pusat agar proses percepatan bisa berjalan efektif,” jelasnya.
Capaian dan Perkembangan HDDAP Kabupaten Buleleng
Berdasarkan data Dinas Pertanian Kabupaten Buleleng, capaian pengembangan HDDAP hingga April 2026 baru mencapai 21,42% dari total target 885,8 hektar. Komoditas manggis mendominasi capaian awal dengan luasan pengembangan 189,73 hektar melalui dua dokumen Horticulture Cluster Development Plan (HCDP) di Klaster Manggis Atas (104 Ha) dan Klaster Manggis Bawah (86 Ha).
Sementara itu, HCDP untuk bawang merah, durian, dan sayuran daun masih dalam tahap penyusunan. Data kelompok tani dan luasan lahan telah tersedia dan sedang dilakukan proses verifikasi dan validasi (CPCL) oleh tim daerah. Total lahan teridentifikasi hingga kini mencapai 127,67 hektar dengan 409 petani yang telah terdata.
Dalam review HCDP, tim perencana menyoroti pentingnya penyusunan data pasar secara lebih sistematis agar penentuan komoditas dan intervensi dapat berbasis permintaan pasar (demand-driven).
Ke depan, seluruh dokumen HCDP diharapkan mencakup Identifikasi kebutuhan pasar (dalam dan luar negeri), pemetaan sumber daya lokal (alam, manusia, kelembagaan, dan keuangan), budidaya ramah lingkungan, GAP hingga GHP, termasuk integrasi rencana bisnis dan pengelolaan irigasi, peningkatan partisipasi petani, pengembangan peran kelembagaan ekonomi petani (KEP), Kajian kelayakan safeguard dan ekonomi, dan komitmen percepatan melalui dukungan lintas sektor di tingkat pusat dan daerah. (*/Adv)
8 jam yang lalu
8 jam yang lalu
You must login to comment...
Be the first comment...