UGM Teliti Teh Sargassum-Jahe, Kombinasi Rumput Laut dan Jahe

Pers Pangannews

4 jam yang lalu

news
Ilustrasi petani rumput laut. (Foto; jatomprov)

Pangannews.id - Di tengah meningkatnya tren minuman sehat, peneliti dari Universitas Gadjah Mada (UGM) mulai melirik potensi rumput laut sebagai bahan baku produk fungsional. Salah satunya melalui pengembangan teh Sargassum-jahe yang kini tengah diuji dari sisi manfaat hingga penerimaan konsumen.

Riset ini dipimpin Prof. Dr. Amir Husni, dosen Departemen Perikanan, Fakultas Pertanian UGM yang mendapatkan pendanaan hibah penelitian terapan dan program hilirisasi. Ia melihat rumput laut cokelat Sargassum memiliki peluang besar sebagai bahan minuman kesehatan, terutama jika dikombinasikan dengan jahe.

“Potensinya ada, terutama sebagai antioksidan dan antidiabetes. Tapi memang belum banyak dikembangkan dalam bentuk minuman,” kata Amir, dikutip dari laman resmi UGM.

Dalam risetnya, tim peneliti meramu beberapa formulasi teh herbal berbasis Sargassum dan jahe. Setiap formulasi kemudian diuji di laboratorium untuk melihat aktivitas biologisnya, termasuk kemampuan antioksidan dan potensi menghambat enzim yang berkaitan dengan diabetes.

Selain pengujian laboratorium, aspek rasa juga menjadi perhatian. Tim melibatkan sekitar 80 panelis untuk menilai tingkat penerimaan produk melalui uji hedonik. Langkah ini dilakukan untuk memastikan produk tidak hanya bermanfaat, tetapi juga diminati.

Amir mengatakan, riset ini diarahkan tidak berhenti di publikasi ilmiah. Ia menargetkan hasil penelitian bisa masuk tahap pengembangan produk yang lebih siap diterapkan.

“Harapannya bisa naik tingkat kesiapan teknologinya dan berlanjut ke hilirisasi, jadi tidak hanya berhenti di jurnal,” ujarnya.

Di sisi lain, ia menilai peluang pengembangan minuman berbasis rumput laut cukup terbuka, seiring meningkatnya kebutuhan masyarakat terhadap produk pangan yang lebih sehat dan alami.

Amir juga membagikan pengalamannya dalam memperoleh pendanaan riset. Menurutnya, kunci utama ada pada ketelitian membaca panduan serta kemampuan menyesuaikan proposal dengan kriteria penilaian.

“Pahami betul panduan, evaluasi proposal secara mandiri, dan tentu ikhtiar juga penting,” pungkasnya.

Editor : Adi Permana


Kolom Komentar

You must login to comment...