15 jam yang lalu
Pangannews.id - Upaya meningkatkan produksi daging sapi melalui perbaikan genetik ternak mulai menunjukkan hasil di Kabupaten Kotawaringin Barat, Kalimantan Tengah. Dalam sepekan terakhir, seekor pedet hasil persilangan Belgian Blue lahir di Desa Amin Jaya, Kecamatan Pangkalan Banteng.
Kelahiran pedet jantan yang diberi nama Comi itu menjadi bagian dari tren pemanfaatan teknologi inseminasi buatan (IB) yang semakin diminati peternak. Teknologi tersebut dinilai mampu mempercepat peningkatan kualitas ternak tanpa harus mendatangkan pejantan unggul secara langsung.
Belgian Blue dikenal sebagai salah satu ras sapi pedaging dengan karakteristik pertumbuhan otot yang sangat menonjol. Sapi asal Belgia itu banyak dikembangkan karena memiliki potensi produksi daging yang lebih tinggi dibandingkan sapi potong pada umumnya.
Pelaksana Tugas Kepala Bidang Peternakan Dinas Pertanian Kabupaten Kotawaringin Barat Muhamad Samsudin mengatakan kelahiran pedet Belgian Blue menunjukkan teknologi reproduksi ternak mulai memberikan hasil nyata di tingkat peternak.
Menurutnya, penggunaan inseminasi buatan menjadi salah satu cara untuk meningkatkan mutu genetik ternak sekaligus mendongkrak produktivitas usaha peternakan rakyat.
"Keberhasilan kelahiran pedet Belgian Blue ini menunjukkan bahwa pemanfaatan teknologi inseminasi buatan dapat menjadi salah satu strategi untuk meningkatkan mutu genetik ternak," kata Samsudin.
Data Dinas Pertanian menunjukkan hingga saat ini sudah lahir empat pedet Belgian Blue di Kabupaten Kotawaringin Barat. Jumlah tersebut diperkirakan terus bertambah seiring meningkatnya minat peternak mengikuti program inseminasi buatan.
Comi merupakan hasil inseminasi buatan yang dilakukan pada Juni 2025. Induk yang digunakan berasal dari bangsa Simmental, sedangkan semen beku berasal dari pejantan Belgian Blue yang diproduksi oleh Balai Besar Inseminasi Buatan Singosari.
Pengembangan sapi Belgian Blue menjadi salah satu upaya meningkatkan produktivitas sapi potong nasional yang selama ini masih menghadapi tantangan rendahnya populasi dan produktivitas ternak lokal. Melalui persilangan dengan sapi yang telah dipelihara peternak, diharapkan diperoleh keturunan dengan pertumbuhan lebih cepat dan bobot karkas yang lebih tinggi.
Peternak Ajis, pemilik induk sapi yang melahirkan Comi, berharap pedet tersebut dapat tumbuh sehat dan menjadi contoh keberhasilan pengembangan ternak unggul di tingkat peternak rakyat.
Keberhasilan ini juga memperlihatkan semakin besarnya peran teknologi reproduksi dalam sektor peternakan. Di tengah kebutuhan daging sapi yang terus meningkat, perbaikan mutu genetik ternak dinilai menjadi salah satu langkah penting untuk meningkatkan produktivitas tanpa harus memperluas populasi secara besar-besaran.
Editor : Adi Permana
16 jam yang lalu
Kamis, 18 Juni 2026 13:49 WIB
Kamis, 18 Juni 2026 08:36 WIB
You must login to comment...
Be the first comment...