Langsung ke konten
PANGANNEWS.ID

Kabupaten Tabalong Masih Kekurangan 38 Juta Butir Telur Ayam per Tahun

Bagikan
Kebutuhan telur di Kabupaten Tabalong mencapai sekitar 45 juta butir per tahun, sementara produksi lokal baru berkisar tujuh juta butir per tahun. (Foto: Pixabay)
Kebutuhan telur di Kabupaten Tabalong mencapai sekitar 45 juta butir per tahun, sementara produksi lokal baru berkisar tujuh juta butir per tahun. (Foto: Pixabay)

Pangannews.id - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tabalong, Kalimantan Selatan, menyalurkan 1.500 ayam petelur kepada peternak lokal untuk meningkatkan produksi telur.

Upaya ini dilakukan untuk mengurangi ketergantungan daerah terhadap pasokan dari luar, mengingat produksi peternak setempat masih jauh dari kebutuhan masyarakat.

Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan Dinas Ketahanan Pangan, Perikanan dan Pertanian (DKPP) Tabalong Suwandi mengatakan, kebutuhan telur di daerah tersebut mencapai sekitar 45 juta butir per tahun. Sementara itu, produksi lokal baru berkisar tujuh juta butir per tahun.

Dengan demikian, Tabalong masih membutuhkan tambahan pasokan sekitar 38 juta butir telur setiap tahun untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.

Untuk meningkatkan produksi, pemerintah daerah menjalankan program Pengembangan Ayam Petelur Sistem Kluster Terintegrasi Masyarakat (Pasti Mas). Program ini menyasar peternak lokal melalui bantuan ayam ras petelur dewasa yang siap berproduksi serta dukungan pakan.

"Para peternak dibantu ayam ras petelur yang dewasa dan siap bertelur untuk mengatasi kekurangan telur di Tabalong," kata Suwandi di Tanjung, Sabtu.

Selain ayam petelur, pemerintah memberikan bantuan pakan untuk kebutuhan pemeliharaan selama dua bulan. Dukungan tersebut diharapkan membantu ayam mencapai puncak produksi sehingga peternak dapat segera menghasilkan telur.

"Pakan dua bulan tersebut dipastikan akan mencapai puncak produksi telur ayam ras," ujar Suwandi.

DKPP Tabalong menargetkan bantuan tersebut mampu menambah produksi sekitar 1.200 butir telur atau setara 75 kilogram per hari. Tambahan produksi ini diharapkan meningkatkan kontribusi peternak lokal dalam memenuhi kebutuhan telur di daerah.

Program Pasti Mas menyasar empat peternak yang tersebar di Desa Pampanan dan Desa Halangan, Kecamatan Pugaan, serta Desa Bangkiling dan Desa Banua Lawas, Kecamatan Banua Lawas.

Ketua DPRD Tabalong Riza Fahlipi menilai pengembangan peternakan ayam petelur dapat menjadi salah satu langkah untuk memperkuat kemandirian pangan sekaligus membuka peluang usaha bagi masyarakat.

Ia berharap peningkatan produksi lokal dapat mengurangi ketergantungan terhadap pasokan telur dari daerah lain sehingga kebutuhan masyarakat bisa lebih banyak dipenuhi oleh peternak setempat.

"Harapan kita kebutuhan telur masyarakat tercukupi dari produksi daerah sendiri sehingga ketergantungan terhadap pasokan dari luar dapat dikurangi," kata Riza.

Editor : Adi Permana

Ditulis olehPers Pangannews
Lihat Semua

Komentar Pembaca

Sampaikan pendapat dengan santun dan sesuai topik berita.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.

PANGANNEWS.ID

Jelajahi kanal