Langsung ke konten
PANGANNEWS.ID

SPBU Khusus Petani di Merauke Pangkas Jarak Pembelian Solar

Bagikan
Petani membeli BBM untuk kebutuhan usaha tani di SPBU 86.996.01di Kampung Amunkay, Distrik Tanah Miring, Kabupaten Merauke, Papua Selatan.(Foto: ANTARA/HO-Dok. Bustomi)
Petani membeli BBM untuk kebutuhan usaha tani di SPBU 86.996.01di Kampung Amunkay, Distrik Tanah Miring, Kabupaten Merauke, Papua Selatan.(Foto: ANTARA/HO-Dok. Bustomi)

Pangannews.id - Petani padi di Distrik Tanah Miring, Kabupaten Merauke, Papua Selatan, kini bisa menghemat biaya operasional setelah tersedia SPBU khusus pertanian.

Dengan membeli Bio Solar bersubsidi seharga Rp6.800 per liter, petani berpotensi menghemat Rp520.000 hingga Rp598.000 per hektare dalam satu musim tanam.

Sebelum layanan tersebut tersedia, petani harus membeli solar eceran seharga Rp12.000 hingga Rp14.000 per liter.

Mereka juga harus menempuh perjalanan cukup jauh untuk mendapatkan bahan bakar bagi alat dan mesin pertanian (alsintan).

Bustomi, Ketua Kelompok Tani Sumber Makmur di SP4, Distrik Tanah Miring, mengatakan sulitnya memperoleh solar dengan harga terjangkau kerap menghambat kegiatan pertanian.

"Kami dulu kalau membeli solar eceran harus bepergian ke arah perkotaan yang membutuhkan waktu sekitar satu sampai dua jam lebih. Syukur kalau ada," kata Bustomi, dikutip dari Antara.

Menurut Bustomi, kebutuhan solar untuk mengolah satu hektare lahan mencapai 100–115 liter per musim tanam.

Dengan harga eceran Rp12.000 per liter, biaya bahan bakar berkisar Rp1,2 juta hingga Rp1,38 juta. Penggunaan Bio Solar bersubsidi dapat menekan pengeluaran tersebut secara signifikan.

Akses pembelian BBM juga semakin dekat. Jika sebelumnya ia harus menempuh perjalanan pulang-pergi hingga 40 kilometer untuk membeli solar eceran, kini jarak ke SPBU khusus di Kampung Amunkay hanya sekitar 10 kilometer sekali jalan.

Layani 192 Kelompok Tani

Supervisor SPBU 86.996.01, Musriadi Mandati, mengatakan fasilitas tersebut melayani 192 kelompok tani yang tersebar di 14 kampung di Distrik Tanah Miring. Petani dari Distrik Kurik dan Semangga juga datang untuk membeli BBM, dengan jarak tempuh mencapai 40–50 kilometer.

"Untuk solar biasa kami melayani 10 kelompok tani dalam sehari dan Pertalite tujuh kelompok, tergantung petani yang datang," kata Musriadi.

SPBU tersebut beroperasi setiap hari pukul 08.00–12.00 WIT dan 13.00–16.00 WIT. Pembelian dilakukan berdasarkan kuota dalam surat rekomendasi Dinas Pertanian, dengan pengambilan BBM oleh ketua kelompok tani atau wakil yang membawa surat kuasa.

Meski memudahkan akses BBM bersubsidi, kapasitas pelayanan masih menjadi tantangan. Sudirman, petani dari Kelompok Tani Sidodadi di SP4, mengatakan antrean pembelian solar terkadang mencapai dua jam.

Ia berharap jumlah SPBU khusus ditambah agar kebutuhan BBM untuk mengoperasikan alsintan dapat terpenuhi lebih baik.

Usulkan 15 Lokasi Tambahan

Pemerintah Kabupaten Merauke telah mengusulkan sekitar 15 lokasi tambahan untuk layanan SPBU khusus petani di sejumlah zona pengembangan kawasan pangan dan program strategis nasional.

Bupati Merauke Yoseph Bladib Gebze, saat meresmikan layanan tersebut pada 24 September 2026, mengatakan fasilitas ini merupakan bentuk dukungan pemerintah daerah terhadap ketahanan dan swasembada pangan nasional.

Sementara itu, Executive General Manager Pertamina Patra Niaga Regional Papua Maluku, Awan Raharjo, mengatakan penyaluran BBM bersubsidi dilakukan berdasarkan data dan terintegrasi dengan Dinas Pertanian agar sesuai kebutuhan petani.

Pengawasan dilakukan menggunakan pemindaian barcode dan pemantauan berkala untuk mencegah penyalahgunaan BBM.

Pada tahap awal, SPBU di Kampung Amunkay memperoleh alokasi 95.000 liter Bio Solar dan 60.000 liter Pertalite per bulan. Alokasi tersebut juga digunakan untuk melayani kebutuhan di luar sektor pertanian.

Awan mengatakan alokasi saat ini masih mencukupi. Namun, Pertamina Patra Niaga telah mengusulkan tambahan BBM pada triwulan IV 2026 untuk mengantisipasi peningkatan kebutuhan.

Editor : Adi Permana

Ditulis olehPers Pangannews
Lihat Semua

Komentar Pembaca

Sampaikan pendapat dengan santun dan sesuai topik berita.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.

PANGANNEWS.ID

Jelajahi kanal