Jumat, 27 November 2020 20:36 WIB
PangaanNews.id Cianjur - Petani adalah sosok utama dibalik keberlanjutan kehidupan masyarakat. Tanpa petani, mungkin sudah banyak orang kelaparan karena tidak mendapatkan pasokan makanan. Dalam berbagai kesempatan Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo kerap menegaskan dalam kondisi saat ini pertanian bisa menjadi ujung tombak dari pembangunan suatu bangsa terlebih di kondisi pandemi ini. Data BPS membuktikan peran sektor pertanian pada kuartal pertama ke kuartal kedua, hanya pertanian yang mengalami peningkatan PDB 16,24 persen.
“Ini membuktikan Pertanian tetap tangguh. Apalagi pada kuartal kedua ke ketiga, pertanian tetap meningkat 2,15 persen. Itu artinya petani tetap turun ke lapang untuk menggejot pertanian. Hingga sampai saat ini, pangan kita cukup. Sampai akhir Desember, kita masih surplus beras sampai 7 juta ton. Meski COVID-19 produksi tetap meningkat. Dan ini semua tidak terlepas dari peran petani dan penyuluh dilapangan”, tegas SYL.
Mengingat betapa pentingya peran petani, Kementerian Pertanian (Kementan) melalui Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) terus mengupayakan regenerasi pertani. Kepala BPPSDMP, Dedi Nursyamsi menjelaskan bahwa salah satu fokus utama Kementan adalah mencetak petani milenial, sekaligus melakukan regenerasi petani. “Regenerasi adalah hal yang harus dilakukan. Apalagi, petani di Tanah Air saat ini didominasi petani usia lanjut. Pemuda merupakan generasi penerus yang memiliki semangat dan harapan yang besar untuk kemajuan sektor pertanian”, tegas Dedi.
Dedi menjelaskan, regenerasi juga dilakukan karena adanya tuntutan pasar, seperti tuntutan mutu berupa perubahan teknologi, pendapatan, pola makan, dan peningkatan konsumen khusus. Tuntutan lainnya adalah keamanan pangan menyusul adanya peningkatan kesadaran konsumen terhadap bahaya yang terdapat pada pangan.
“Ada beberapa masalah yang kita hadapi dalam pengembangan SDM pertanian. Seperti jumlah generasi muda yang ingin terjun ke dunia pertanian masih rendah, jumlah petani dan ketersediaan petani muda yang kompeten dan berdaya saing belum memadai, jumlah pengusaha muda sektor pertanian masih kurang. Untuk itu,Kementan melalui BPPSDMP mengambil sejumlah kebijakan pengembangan SDM pertanian, salah satunya melalui program Youth Entrepreneurship and Employment Support Services (YESS)”, papar Dedi.
YESS merupakan program regenerasi petani yang akan melahirkan petani serta pengusaha muda pertanian dan diharapkan melalui program ini akan memberikan nilai tambah luar biasa pada sektor sosial dan ekonomi terutama bagi masyarakat pertanian Indonesia. Program Yess hadir untuk meningkatkan kapasitas pemuda di pedesaan menambah dan ilmu pengetahuan dan teknologi pertanian bagi masyarakat dan generasi pertanian melalui pelatihan.
Salah satu calon penerima manfaat program YESS adalah Jana Rojana. Petani milenial (37) asal Cianjur yang juga Ketua Kelompok Tani Mandiri. Fokus mengembangkan budidaya sayuran dan bunga krisan serta mengembangkan pemasaran produk hortikultura dan florikultura, Jana Rojana di Kp. Bengkok RT 02 RW 11, Desa Sindanglaya, Kecamatan Cipanas, Kabupaten Cianjur ini telah berhasil menggaet 63 anggota.
“Saya ingin sekali mewujudkan usaha pertanian unggul dan mandiri bersama petani dan masyarakat yang berorientasi pada pemberdayaan sosial, ekonomi dan ekologi, pariwisata dan edukasi”, harap pria yang akrab disapa Jana.
Ketika ditanya mengapa ia tertarik menggeluti sektor pertanian, Jana mengungkapka bahwa agroekosistem kabupaten Cianjur sangat mendukung dan untuk saprodi mudah didapat. Ia pun menjelaskan di Kabupaten Cianjur telah banyak petani senior yang berkenan untuk menularkan ilmunya kepada calon-calon petani seperti saya. “Bicara sektor pertanian seluruh komoditas pertanian banyak dicari dan digemari oleh konsumen. Dan ini menjadi jaminan tersendiri di pasar”, tambah Jana.
Di luas lahan 13,8 Ha, kelompok tani mandiri mengembangkan budidaya Lettuce mulai dari tahun 2018. Kegiatan bersumber dari ADD Desa bekerjasama dengan Bumdes Desa Sinanglaya dengan Kelompok Tani Mandiri. Untuk pemasaran Lettuce, Poktan Mandiri bekerjasama dengan PT. Wiguna Makmur Persada yang berlokasi di Panyaweuyan Desa Ciherang, Kecamatan Pacet, Kabupaten Cianjur, sebagai supplier Lettuce untuk Restoran komersial seperti Mc.D, Burger King, AW, dll. Kerjasama ini masih berlangsung sampai sekarang, yang dituangkan dalam MOU kerjasama yang telah disepakati.
Selain Lettuce, Jana dan anggotanya mengembangan krisan potong sejak tahun 2019. Poktan Mandiri pun menjalin kerjasama dengan Anwar Floris sebagai investor usaha dan pemasaran hasil produk krisan potong. Pemasaran dilakukan ke kota-kota besar di luar Pulau Jawa seperti Batam, Makasar dan Lampung. Pemasaran yang kontinu ini disepakati dengan harga kontrak ini mendorong serta menunjang
Pada awal pandemi tahun 2020 dan diberlakukan lockdown, Poktan Mandiri tidak terlalu terkena dampak nya karena bunga potong yang dihasilkan terserap ke Pasar Rawa Belong dan mengikuti ajang Bazar di Dinas Pertanian Perkebunan Pangan dan Hortikultura Kabupaten Cianjur. Upaya selanjutnya adalah rotasi tanam dengan menanam komoditas sayuran di GH krisan.
Suci, seorang penyuluh pertanian yang mendampingi Poktan Mandiri menjelaskan untuk pengembangan keterampilan kelompok tani dalam menambah ilmu pengetahuan dan teknologi Poktan Mandiri menjalin kerjasama ICDF dengan Taiwan Technical Mission dan BBPP Lembang dan P4S Agro Segar Kecamatan Pacet.
“Jiwa sosial mereka dipun terus diterapkan oleh Poktan Mandiri melalui demonstrasi demplot komoditas sayuran dan hasilnya disumbangkan bagi Kepedulian Dampak Covid-19 di yayasan-yayasan sosial di sekitar wilayah Cipanas dan Pacet. Poktan Mandiri juga memberikan kesempatan bagi siswa/iPKL dari SMK Pertanian Sukabumi untuk melaksanakan praktek lapangan. Dengan adanya dukungan dari Kepala Desa, Jana dan rekannya ingin mengembangkan usahanya menjadi kawasan agrowisata.
Diharapkan melalui program YESS dapat meningkatkan penumbuhan jiwa kewirausahaan (enterpreneur) bagi para pemuda dipedesaan. Hingga pada akhirnya dapat mendorong terciptanya iklim pertanian yang sehat (ramah lingkungan) dengan menjadi perintis dalam penggunaan input pertanian yang tidak berbahaya dan berbasis pada sumberdaya alam local serta menumbuhkan potensi pariwisata lokal berbasis pertanian.
You must login to comment...
Be the first comment...