Sabtu, 22 Januari 2022 09:07 WIB
PanganNews.id Jakarta - Diawali dengan niatnya untuk mengelola lahan perkotaan yang tidak dimanfaatkan dan pemberdayaan bagi masyarakat, Pemprov DKI Jakarta khususnya wilayah Jakarta Timur melakukan kegiatan lahan pertanian di tengah semakin menipisnya lahan untuk pertanian. Khususnya di Kecamatan Pasar Rebo, seluruh perangkatnya digerakkan untuk mengupayakan kegiatan yang diinisiasi oleh para ibu PKK setempat. Tampaknya di Jakarta Timur tak hanya akan ada kampung buah saja seperti yang sudah dicanangkan Pemerintah Kota Jakarta Timur sejak awal September 2021 yang lalu. Karena salah satu kecamatan di wilayah ini juga memiliki rencana untuk menjadikan kawasannya memiliki suatu kekhasan atau ikonik melalui proses budidaya tanaman. Namun bukan kampung hortikultura berkonsep budidaya buah-buahan yang dikembangkan melainkan kampung yang nantinya akan dipenuhi bunga anggrek.
Kegiatan budidaya anggrek ini sudah dilakukan mulai dari kegiatan pembibitan sampai dengan pemasaran anggrek. Pembibitan ini bekerjasama dengan Balai Benih Hortikultura, salah satu UPTD dari Dinas Ketahanan Pangan Kelautan dan Pertanian Provinsi DKI Jakarta dan Taman Anggrek Indonesia Permai.
Realisasi kampung anggrek ini disebut tengah digalakkan oleh Camat Pasar Rebo, Mujiono Iswan. Langkah pengembangan kampung anggrek ini sesuai dengan Peraturan Daerah DKI Jakarta Tahun 2014 tentang Rencana Detail Tata Ruang dan Peraturan Zonasi. Di mana dalam salah satu pasal dalam Perda tersebut tercantum keterangan bahwasanya terkait tujuan penataan ruang di Kecamatan Pasar Rebo dapat mewujudkan pengembangan kegiatan pertanian serta budidaya tanaman hias.
Mujiono mengungkapkan, berlandaskan Perda DKI Jakarta Tahun 2014 itulah yang mendorong pihaknya untuk menggalakkan program penanaman tanaman anggrek di semua wilayahnya. Hal ini tentu saja dalam rangka menjadikan tanaman hias ini sebagai ikon dari Kecamatan Pasar Rebo.
Dalam merealisasi program kampung Anggrek ini, Mujiono telah memberikan instruksi untuk memastikan semua pegawai di kecamatan, kelurahan, puskesmas, sampai sekolah untuk menanam satu pohon anggrek. “Tanaman tersebut bisa ditanam di tempat kerjanya masing-masing atau bisa ditanam di kantor kelurahan/kecamatan,” ujarnya.
Selain mendorong memunculkan kekhasan di wilayahnya, menanam tanaman hias jenis ini juga sebenarnya bisa memunculkan peluang bisnis sendiri. Mengingat jika para pegawainya serius menekuni budidaya bunga anggrek maka lambat laun masyarakat umum juga dapat terpanggil untuk ikut mencobanya dan berpotensi untuk menjual bunga-bunga anggrek yang mereka kembangkan sendiri.
Keseriusan pengembangan kampung anggrek di Kecamatan Pasar Rebo sudah terlihat dari persiapan pihak kecamatan yang telah menyiapkan lahan khusus di Kelurahan Kalisari. Di mana terdapat lahan dengan luas 4.700 m2 yang nantinya menjadi pusat pembibitan hingga penelitian anggrek. Dengan ini maka terciptanya agrowisata anggrek di kecamatan ini dapat semakin mendekati realisasi, apalagi saat ini setidaknya sudah ada ribuan tanaman anggrek yang telah menghiasi di wilayah ini.
Pemberdayaan masyarakat di kelurahan Baru Kecamatan Pasar Rebo diantaranya, mengawali kegiatan ini dengan memberikan benih anggrek oleh TIM PKK dan ketua kelompok tani ( keltan) kepada anggota keltan secara gratis, kemudian masyarakat membesarkan anggrek ini. Hasil pembesaran ini kemudian diokupasi oleh keltan untuk dijual kembali. Pendapatan masayarakat dalam usaha pembesaran anggrek ini sekitar Rp. 5.000.000,00 dalam kurun waktu 6 (enam) bulan. Diungkapkan, Kelompok Tani (Poktan) yang sudah mulai bertanam anggrek mulai dari seed/biji ini. Demikian pula dilakukan di Kelurahan Pekayon di Poktan RW 09 Pekayon yang menjalankan kegiatan ini juga mulai dari pertanaman sampai pemasaran dan telah berlatih untuk kegiatan pembibitan anggrek.
Direktur Perbenihan Hortikultura (Plh), Inti Pertiwi Nashwari yang didampingi oleh Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Pertanian (KPKP) Prov. DKI Jakarta, Suharini Eliawati, pada saat kunjungan kerja ke Kecamatan Pasar Rebo dan Kelurahan Pekayon Kecamatan Pasar Rebo, menyampaikan apresiasinya kepada seluruh pelaku usaha pengembangan budidaya anggrek di wilayah kecamtan Pasar Rebo seperti Kadis KPKP, Camat Pasar Rebo , seluruh Tim PKK dan kelompok tani. Beliau menyampaikan bahwa Ditjen Hortikultura akan membantu dari segi pembinaan, fasilitasi benih sesuai aturan yang ada dan berharap kegiatan ini akan terus berlanjut karena sangat besar manfaatnya bagi masayarakat. Kepala Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Pertanian (KPKP) Prov. DKI Jakarta yang akrab disapa Eli, menyampaikan ucapan terimakasih atas kunjungan Direktur Perbenihan dan Tim Direktorat Perbenihan Ditjen Horti di kawasan pengembangan anggrek kecamatan Pasar Rebo. Eli menambahkan perlunya perhatian dari Kementerian Pertanian khusususnya Ditjen Hortikultura dalam pengembangan pertanian di perkotaan atau urban farming, karena Pemda DKI masih membutuhkan dukungan dalam mengembangkan potensi pertanian di wilayah provinsi DKI Jakarta. Selain itu juga dibutuhkan persyaratan calon penerima bantuan yang disesuaikan dengan karakteristik pertanian perkotaan yang mengandalkan potensi ruang bukan lahan, tutup Eli.
Di kesempatan terpisah Dirjen Hortikultura, Prihasto Setyanto, menyampaikan bahwa kegiatan kampung Anggrek ini sudah dilaksanakan sesuai dengan program Ditjen Hortikultura. Dimana Kampung Hortikultura mengusung konsep One Village One Variety (OVOV). Komoditas yang dikembangkan akan disesuaikan dengan agroekosistemnya dengan tetap memperhatikan sisi ramah lingkungan.
“Mengapa dinamakan ‘kampung’? Supaya terkonsentrasi dan terfokus. Difokuskan di wilayah / ruang dengan salah satu sasaran petani lahan sempit. Jadi, tidak harus 10 hektare dalam satu hamparan saja, kampung anggrek ini salah satu bentuknya” ungkap beliau. Melalui program Kampung Hortikultura seperti kampung sejuta anggrek ini diharapkan mampu meningkatkan kesejahteraan para petani dengan produktivitas hasil yang tinggi dan pengembangannya menjadi area agro edu wisata.
Ditulis oleh
Rimta Terra Rosa Br Pinem
Pengawas Benih Tanaman Muda
Inti Pertiwi Nashwari, Kadis KPKP DKI Jakarta dan Camat Pasar Rebo saat berkunjung ke Poktan RW 09 Pekayon (21 Januari 2022).
(foto : rimta)
Selasa, 17 Maret 2026 14:38 WIB
Selasa, 17 Maret 2026 13:54 WIB
Selasa, 17 Maret 2026 13:44 WIB
Selasa, 17 Maret 2026 09:51 WIB
You must login to comment...
Be the first comment...