Mangga Gadung 21 Asal Pasuruan Dikenal Juga Sebagai Mangga Alpukat

Pangannews.id

Minggu, 11 Desember 2022 19:34 WIB

news
Foto : Mangga Varietas Gadung 21.

PanganNews.id Jakarta - Indonesia adalah negara yang kaya akan keanekaragaman hayatinya, tidak terkecuali buah-buahan yang sarat akan vitamin. Salah satu buah yang pohonnya banyak tumbuh di Indonesia adalah pohon mangga. Buah yang memiliki nama latin Mangifera Indica L ini merupakan buah yang tumbuh di daerah tropis dan memiliki bentuk oval untuk beberapa jenis serta bentuk bulat untuk jenis tertentu. Warna buah mangga yang sudah masak adalah oranye kekuningan serta kulit yang halus, Salah satu varietas mangga yang saat ini lagi tren yaitu Mangga Gadung 21.

Mangga Gadung 21 selain rasanya yang manis beraroma dengan tekstur lembut, buah mangga yang satu ini juga dapat dibelah kemudian diputar seperti buah alpukat. Mangga Gadung 21 tidak hanya menjadi ikon hortikultura unggulan Kabupaten Pasuruan saja, tetapi sekaligus sebagai buah tangan spesial yang wajib dipesan para pecinta mangga ketika musim panen raya tiba. 

Mangga Gadung 21 telah resmi diakui secara paten sebagai buah asli Kabupaten Pasuruan, menyusul diterbitkannya Surat Keputusan Menteri Pertanian Republik Indonesia Nomor 121/Kpts/SR.120/D.2.7/12/2016 tentang Pemberian Tanda Daftar Varietas Tanaman Hortikultura. Dalam surat tersebut disebutkan bahwa mangga varietas Gadung 21 telah memenuhi persyaratan varietas tanaman hortikultura, sehingga perlu dan layak untuk diberikan tanda daftar.  

Dari total empat ribu hektare luasan lahan perkebunan mangga di Pasuruan yang tersebar di Kecamatan Rembang, Sukorejo, Wonorejo, Nguling dan Grati. Gadung 21 menyumbang tingkat produktivitas mangga di Kabupaten Pasuruan sebesar 90,10 kilogram/pohon, diantara indikator keberhasilan budidaya Gadung 21 berkat unsur agro climate, yakni tahan terhadap kekeringan serta kondisi tanah yang sangat bagus, diantaranya di Kecamatan Rembang, karena termasuk tanah hitam dan tingkat kelembabannya tidak tinggi, yang sangat diperlukan untuk menghasilkan buah kualitas terbaik.

Produktivitas komoditas mangga yang cukup tinggi disebabkan oleh penerapan bermacam teknologi pertanian, diantaranya dengan melakukan pembuahan komoditas mangga di luar musim (off season) menggunakan zat pengatur tumbuh (ZPT), penggunaan pupuk organik, pemangkasan bentuk dan produksi, serta pengembangan sentra kawasan Gadung 21 secara kontinyu dan berkelanjutan.

Popularitasnya yang semakin meroket berdampak pada peningkatan permintaan dari masyarakat. Mangga yang terkenal dengan cita rasanya yang sangat manis tersebut tidak hanya digandrungi oleh masyarakat di Jawa Timur saja, tetapi juga masyarakat di luar pulau Jawa, bahkan pasar luar negeri, sehingga tidak sedikit di antara pemesan dari luar negeri yang berharap mendapat kiriman mangga sesuai dengan yang diinginkan.   

Sugiono, salah satu petani Mangga Gadung 21 dari Kelompok Tani Mangga di Desa Wonokerto, Kecamatan Sukorejo, mengatakan promosi yang dilakukan hanya melalui publikasi di blog dan Facebook.

“Lewat jejaring pertemanan di Facebook, saya dan teman-teman Gadung 21 di Sukorejo makin banyak memperoleh pelanggan baru,” ucapnya.

Petani Mangga Klonal 21 asal Dusun Beran, Desa Oro-Oro Ombo Wetan, Kecamatan Rembang, Kabupaten Pasuruan, Santoso, mengatakan selain melalui media sosial, ia juga sangat terbantu dengan adanya promosi di beberapa event pameran yang digelar oleh Dinas Pertanian Kabupaten Pasuruan secara di beberapa kota besar di Indonesia.

Kontributor : Ircham Riyadi


Kolom Komentar

You must login to comment...