11 jam yang lalu
Pangannews.id - Wakil Gubernur Gorontalo Idah Syahidah Rusli Habibie meminta pengelola program Makan Bergizi Gratis (MBG) memperbanyak variasi menu makanan bagi siswa di sekolah. Ia berharap setiap dapur MBG memiliki sedikitnya 30 jenis menu agar anak-anak tidak cepat jenuh.
Permintaan itu disampaikan Idah saat meninjau Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Huangobutu Kabila Bone, Kabupaten Bone Bolango, Kamis (7/5/2026). Dalam peninjauan tersebut, ia didampingi tim dari Dinas Kesehatan Provinsi Gorontalo.
Menurut Idah, variasi menu menjadi hal penting dalam pelaksanaan program MBG. Selain menjaga asupan gizi, menu yang berganti-ganti juga bisa membuat siswa lebih antusias menunggu jam makan di sekolah.
“Variasi menu sangat penting, agar peserta didik tidak merasa bosan dan tetap antusias menantikan makanan yang disajikan setiap hari di sekolah,” katanya.
Ia mengatakan, Badan Gizi Nasional sebelumnya juga mendorong para ahli gizi untuk lebih kreatif dalam menyusun menu MBG. Karena itu, ia meminta setiap SPPG di Gorontalo mulai menyiapkan banyak pilihan menu yang nantinya dapat diputar setiap bulan.
“Seminggu yang lalu dalam dialog interaktif MBG, Badan Gizi Nasional (BGN) Pusat mendorong kreativitas para ahli gizi dalam menyusun menu makanan. Saya berharap di Gorontalo tiap SPPG dapat menyiapkan minimal 30 variasi menu, sehingga ketika berulang di bulan berikutnya, anak-anak tidak merasa bosan. Datang ke sekolah ada yang ditunggu-tunggu, besok makan apa lagi,” ujarnya.
Selain rasa, Idah juga menyoroti cara penyajian makanan. Menurut dia, tampilan makanan ikut menentukan selera makan anak, terutama untuk menu sayuran yang kerap kurang diminati.
Ia mencontohkan potongan sayur yang dibuat lebih menarik dapat membantu anak lebih tertarik menghabiskan makanannya.
“Cara penyajian, cara pengolahan, sampai cara mengiris makanan juga harus menarik. Misalnya wortel dipotong dengan bentuk yang cantik, anak-anak pasti lebih tertarik untuk makan," katanya.
Dalam kunjungan itu, Idah turut mendorong penggunaan bahan pangan lokal untuk menu MBG. Ikan air tawar hasil budidaya masyarakat, misalnya, dinilai bisa diolah menjadi makanan yang lebih akrab di lidah anak-anak, seperti nugget atau olahan presto.
Tak hanya mengecek menu makanan, tim juga memeriksa fasilitas Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) dan proses pencucian ompreng atau wadah makanan.
Dari hasil peninjauan, fasilitas IPAL di lokasi tersebut dinilai sudah memadai. Proses pencucian wadah makanan juga dilakukan menggunakan air mengalir agar kebersihannya tetap terjaga.
Editor : Adi Permana
Rabu, 06 Mei 2026 11:10 WIB
You must login to comment...
Be the first comment...