Minggu, 18 Desember 2022 15:48 WIB
PanganNews.id Jakarta - Siapa yang tidak terpikat dengan jenis mangga yang satu ini, bentuk, warna, dan rasanya yang khas, menjadikan mangga garifta merah begitu disukai banyak pecinta buah. Tak hanya dilirik konsumen luar negeri, namun juga banyak diminati pasar konsumen dalam negeri.
Tren permintaan pasar terhadap mangga khususnya garifta merah, baik untuk market ritel modern, maupun pasar tradisional yang terus naik, tidak ada perawatan khusus dan ekstra biaya dalam perawatan mangga garifta merah, karena jenis tanaman buah yang satu ini tergolong mudah dalam pertumbuhan.
Asalkan penyiraman rutin sehari 1 kali dan pemupukan sebulan sekali menggunakan kombinasi pupuk organik (kompos dan kandang) ditambah Pupuk NPK Pullet, Pupuk dolomit Magfertil dan Pupuk Organik Fertilo, tanaman mangga garifta bisa cepat berbunga dan berbuah lebat.
Hal lain yang tidak boleh dilupakan yakni pembersihan gulma (tanaman pengganggu) yang tumbuh di sekitar pohon mangga garifta merah secara rutin agar kandungan unsur hara yang ada di dalam tanah tetap terjaga.
Keunggulan lain dari Tanaman mangga garifta merah yakni dapat tumbuh dengan baik pada daerah dataran rendah dengan ketinggian 1-300 meter diatas permukaan laut (MDPL).
Tanaman mangga jenis ini juga termasuk kedalam jenis tanaman yang bersifat genjah (mudah berbuah). Jika dirawat dengan baik, pohon mangga ini akan mulai berbuah saat sudah berumur 2-3 tahun sejak penanaman.
Ketinggian pohonnya rata-rata tidak lebih dari 2 meter, sehingga memudahkan saat petik panen. Dibandingkan dengan tanaman buah tropika lainnya, daun garifta berbentuk lonjong pipih memanjang, rimbun dengan warna hijau pekat.
Demikian pula dengan cabang bunga berwarna kemerahan, berbeda dengan mangga jenis lain yang umumnya berwarna hijau muda. Waktu berbunga garifta merah biasanya terjadi pada bulan Juli-Agustus. Sedangkan waktu panen terjadi antara November-Desember.
Keunikan lain dari mangga jenis ini adalah saat masih kecil/muda berwarna ungu. Saat mulai masak pohon ditandai dengan munculnya warna merah kekuningan. Warna yang dimiliki mangga ini tergantung pada intenstitas sinar matahari yang mengenai kulit buah.
Sementara untuk menjaga kontinuitas produksi mangga garifta merah dari serangan lalat buah, ada trik jitu dalam pemelihaan, yakni dengan melakukan pengasapan menggunakan ranting dari hasil pemangkasan dan sekam padi.
“Pengasapan dari pembakaran ranting pemangkasan dan sekam padi disamping ampuh mengusir lalat buah juga untuk merangsang pertumbuhan bunga dari pohon mangga garifta merah, “ ungkap Adik petani mangga di Jawa Timur.
Keunggulan lain dari tanaman mangga garifta merah ini adalah tingkat produktifitas buahnya yang cukup tinngi, yakni mampu menghasilkan rata-rata 100 buah dengan total timbangan sekitar 28 kg/pohon, selain itu, buah mangga garifta merah juga memiliki daya tahan buah yang cukup tinggi antara 7-10 hari pada suhu kamar dari sejak dipanen.
Secara penampilan mangga garifta merah, sangat menarik dan eksotik.
Warna kulitnya dengan gradasi yang cantik merah kekuningan serta bentuknya yang bulat hampir mirip menyerupai mangga manalagi membuat garifta merah begitu memikat.
Memiliki panjang dan diameter sekitar 14 cm hingga 17 cm dengan ujung buah yang membentuk paruh, garifta merah nyaman sekali dalam genggaman. Disamping itu buah yang memiliki nama latin Mangifera Indica menarik perhatian karena aromanya yang khas.
Selain memiliki tampilan yang cantik, buah mangga jenis ini juga terkenal karena rasanya yang manis sedikit masam namun menyegarkan. Bahkan banyak orang yang mengatakan jika mangga garifta merah mempunyai rasa yang lebih manis dibandingkan dengan jenis mangga lainnya.
“Rasanya lebih crispy dan crancy renyah seperti apel, manisnya cukup tinggi, ada masam-masamnya dikit, kandungan airnya juga lumayan banyak. tekstur juga lunak sedikit berserat dan bijinya tipis kecil, “ aku Adik.
Kontributor : Ircham Riyadi
4 jam yang lalu
19 jam yang lalu
Sabtu, 02 Mei 2026 20:52 WIB
Sabtu, 02 Mei 2026 20:30 WIB
You must login to comment...
Be the first comment...