Langsung ke konten
PANGANNEWS.ID

Indonesia Kolaborasi Riset Teknologi Pangan Bareng Thailand

Bagikan
ilustrasi inovasi pangan (rencanamu.id)
ilustrasi inovasi pangan (rencanamu.id)

PanganNews.id, Gunungkidul - Indonesia dengan Thailand memiliki isu yang sama di bidang pangan. Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) menyebut, sektor pertanian dan pangan merupakan kunci perekenonomian negara-negara di Asia Tenggara. 

"Pertanian menyumbang 11 persen produk domestik bruto negara Asia Tenggara pada tahun 2020, sebelum pandemi Covid-19 terjadi, "ujar Kepala Organisasi Riset Pertanian dan Pangan (ORPP) BRIN, Puji Lestari dikutip dari Brin.go.id. 

Puji menyebut, Indonesia dan Thailand memiliki keanekaragaman makanan tropis yang berperanan penting terhadap aspek sosial dan ekonomi masyarakat. Namun, beberapa produk makanan memiliki umur simpan yang relatif pendek dan berkualitas rendah, sehingga diperlukan strategi inovasi proses pengawetan, pengemasan, dan penanganan untuk mencapai kualitas yang optimal. 

"Diperlukan strategi penelitian terhadap produk pangan lokal untuk meningkatkan nilai tambah, " tutur Puji.

Ia menjelaskan,  ORPP BRIN memiliki keinginan tinggi terhadap penelitian dan teknologi pangan di Indonesia dengan upaya  inisiasi dan kolaborasi penelitian yang sedang dilakukan oleh PRTPP BRIN dengan Universitas Chulalongkorn, Thailand. 

"Semoga kerja sama ini tidak berhenti di sini dan diharapkan ada kolaborasi lanjutan di masa mendatang terkait dengan penelitian dan inovasi di bidang pangan, "  harap dia.

Sementara itu Kepala Pusat Riset Teknologi dan Proses Pangan (PRTPP) BRIN, Satriyo Krido Wahono menyebutkan bahwa Indonesia dengan keanekaragaman hayati yang besar memiliki sumber pangan yang tinggi. 

"Setidaknya terdapat 77 jenis sumber pangan karbohidrat, 389 jenis buah-buahan, 75 jenis protein, 228 jenis sayuran, 26 jenis kacang-kacangan, 110 jenis rempah dan jamu, serta 40 jenis bahan minuman, " papar dia.

Sebagai salah satu pusat riset di bawah ORPP BRIN, PRTPP memiliki cakupan penelitian pada bahan makanan, proses dasar pangan, proses lanjutan, proses pengawetan, dan program pangan. 

"Selain memiliki peneliti yang ahli di bidang pangan, PRTPP juga memiliki penelitian di bidang teknologi proses yang tidak umum digunakan untuk pangan, namun digunakan untuk mengolah pangan, "imbuh Sariyo.

Kepala Departemen Teknologi Pangan, Fakultas Sains, Universitas Chulalongkorn, Kanitha Tananuwong dalam kesempatan tersebut menyebutkan terdapat empat area riset pangan yang saat ini menjadi fokus Universitas Chulalongkorn.

 "Keempat area riset itu adalah pengolahan dan rekayasa pangan, kimia dan nutrisi pangan, keamanan pangan dan mikrobiologi, pengemasan makanan, serta pengembangan produk, " jelas Kanitha. 

Penulis: Egi Abdul Mughni
Editor: R Muttaqien

Lihat Semua

Komentar Pembaca

Sampaikan pendapat dengan santun dan sesuai topik berita.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.

PANGANNEWS.ID

Jelajahi kanal