Leuit, Simbol Ketahanan Pangan Suku Baduy

Jurnalis Pangannews

Rabu, 19 April 2023 11:00 WIB

news
: Leuit atau lumbung padi di Banten (Bantenprov.go.id

PanganNews.id, Banten - Suku Baduy di Kabupaten Lebak, Banten menjadikan leuit atau lumbung padi sebagai simbol ketahanan pangan warganya. 

Dikutip dari Kabarbanten.com, leuit dijadikan simbol ketahanan pangan karena bangunan itu menjadi tempat penyimpanan hasil bumi oleh masyarakat Baduy.

"Klau orang Baduy biasanya menyimpan padi di leuit. Jadi hampir semua warga Baduy itu pasti punya (leuit)," kata seorang warga Baduy Luar, Saidam. 

Saidam menyebut, suku Baduy sangat jarang berinteraksi dengan masyarakat di luar Baduy, terlebih masyarakat Baduy dalam.

Sehingga, segala kebutuhan pangan mereka, ditopang dari hasil tanah mereka sendiri tanpa memerlukan bantuan dari luar wilayah Baduy.

Oleh sebab itu, suku Baduy menyimpan kebutuhan pangannya di leuit atau lumbung penyimpanan tersebut.

Selain itu, karena di Baduy tidak ada sawah basah seperti pada umumnya, dan mereka mencoba menanam padi dengan cara kering, atau biasa disebut Huma yang masa panennya butuh waktu 5 hingga 6 bulan. 

:Sawah di sini (Baduy) itu kering, biasanya kita (suku Baduy) manggilnya huma. Panennya setiap enam bulan sekali, terus disimpan di leuit," ujar Saidam.

Saidam mengaku, simbol ketahanan pangan pada bangunan leuit itu memiliki ukuran yang berbeda-beda.  Mereka membuat Leuit disesuaikan dengan kepemilikan lahan Huma yang mereka punya. 

"Tidak sama semua, karena tergantung dari luas huma. Karena kalau (leuit) kecil nanti tidak bisa menampung (hasil panen yang besar)," ucap Saidam.

Leuit memiliki bentuk seperti rumah panggung yang ditopang oleh empat kayu penyangga dengan tinggi sekitar satu sampai dua meter dari atas tanah.

Sebagian besar bahan yang digunakan untuk Leuit merupakan bambu yang dianyam dan atap yang terbuat dari daun sago kirai.

Suku Baduy biasanya membuat Leuit untuk memuat sekitar 500 sampai 1.000 ikat padi. Dimana, per satu ikatnya setara dengan tiga kilo gram beras.

Menurut kepercayaan suku Baduy, Leuit atau lumbung penyimpanan beras tersebut bisa bertahan cukup lama, serta terbebas dari tikus dan memang dibuat menggunakan bahan-bahan dari alam.

"Kalau di sini (Baduy) tidak pakai paku dan papan. Cukup pakai bambu dan daun kirai (sejenis palem), karena sudah kepercayaan kami," tutur Saidam. (Egi)


Kolom Komentar

You must login to comment...