PanganNews.id, Sragen - Sejumlah petani milenial yang tergabung dalam Asosiasi Peng anggur-an Sragen Asri (Apasi) sukses ekspor anggur ke Malaysia.
Para petani milenial asal Desa Jambanan, Kecamatan Sidoharjo, Sragen itu mengekspor produk anggur baik pembibitan maupun hasil panen.
Salah satu anggota Apasi, Sigit Haryanto menyebut, budidaya tanaman anggur tersebut mengaku sudah menggeluti budidaya anggur itu sejak dua tahun terakhir.
Cuan yang menguntungkan itu ia garap di lahan kosong seluas 16 meter x 6 meter untuk pembuatan green house.
Di lokasi itulah, Sigit menanam sebanyak 20 batang pohon anggur dengan berbagai varian dengan umur tanaman antara enam bulan sampai 18 bulan.
“Di sini merupakan anggur impor semua, tidak ada yang anggur lokal. Ada yang warnanya hitam, kuning, merah, dan hijau. Satu pohon itu bisa berbuah sampai 92 dompol, khusus untuk jenis anggur hitam dan anggur hijau. Satu dompol anggur hitam itu bisa sampai 1 kg,” kata dia dikutip dari solopos.com, Minggu 30 April 2023.
Dia mengatakan untuk anggur varian khusus harganya bisa sampai Rp150.000 per kilogram. Dia menjelaskan varian khusus itu merupakan anggur dari Jepang yang warnanya kuning.
“Beberapa hari lalu masih banyak buahnya. Banyak orang yang datang untuk sekadar swafoto dan memetik untuk merasakan. Semua saya gratiskan untuk pengenalan. Kalau yang bawa pulang satu kilogram baru saya kenakan biaya,” jelasnya.
Bibit anggur itu dijual Sigit memiliki harga bervariasi mulai mulai dari Rp80.000 per polybag hingga Rp1 juta per polybag.
“Bibit dengan harga Rp1 juta per batang itu merupakan bibit anggur Thailand. Buahnya hitam besar-besar. Setiap menyemai 100 batang bibit yang bisa hidup bisa sampai 90 persen. Semua pakai metode stek batang,” katanya.
Ia menjual anggur itu secara online dan ekspor langsung ke negara Jiran. Selama dua tahun itu, ia sudah mengirim empat kloter pesanan bibit anggur ke Malaysia.
"Pemesannya tidak banyak 5-10 batang pun saya layani. Pembayaran dari Malaysia itu pakai mata uang Ringgit. Pengiriman lewat jasa cargo pesawat,” ujarnya.
Dalam sebulan, Sigit bisa menjual bibit anggur rata-rata 10-20 batang dengan penghasilan rata-rata Rp2 jutaan. (egi)


Komentar Pembaca
Sampaikan pendapat dengan santun dan sesuai topik berita.
Masuk untuk ikut berdiskusi.
MasukBelum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.