Jambu Air Varietas Dalhari Asal Sleman Rasanya manis dan Produktivitas Tinggi

Pangannews.id

Selasa, 23 Mei 2023 16:38 WIB

news
Jambu Dalhari. (Foto : Ircham Riyadi)

PanganNews.id Yogyakarta - Kabupaten Sleman, Yogyakarta, sudah lama orang mengenal sebagai penghasil salah unggulan buah Jambu Air Dalhari. Salah satu sentra buah unggulan Kabupaten Sleman ini banyak dihasilkan dari Dusun Krasaan, Desa Jogotirto, Kecamatan Berbah. Jambu Dalhari adalah tanaman hortikultura dapat tumbuh dan berproduksi optimal di daerah dengan ketinggian sampai dengan 700 meter di atas permukaan laut. Setiap pohon jambu Dalhari bisa menghasilkan 100 kg – 200 kg per musim, saat tanaman ini sudah berusia 3 tahun – 4 tahun.

Namun sejalan dengan bertambahnya usia tanaman ini, mampu menghasilkan buah mencapai 500 kg – 600 kg. Biasanya tanaman ini juga memiliki musim berbuah, yaitu pada bulan Juli – September. Di samping itu ada pula istilah panen raya, yang biasanya berlangsung pada pada bulan Agustus.

Sejak tahun 2004, jambu air dalhari, yang memiliki nama latin Syzygium samarangense, telah dilepas sebagai varietas unggul oleh Dinas Pertanian, Perikanan dan Kehutanan Kabupaten Sleman. Mengapa disebut unggul, antara lain karena warnanya yang menarik, dan rasa jambu air ini sangat manis, dan tidak kalah dengan jenis jambu air unggulan lainnya seperti King Rose, jambu air camplong, jambu air citra, jambu degus, dan jambu air madu.

Keunggulan jambu air dalhari juga terdapat pada dagingnya yang tebal dan teksturnya renyah, dan bijinya juga jarang. Di samping itu, jambu air dalhari ini terbagi dalam beberapa kelas, yaitu kelas super, kelas A, kelas B, dan kelas C, semua tergantung dari kualitas. Semakin tinggi kualitas buah itu, harga jualnya pun makin mahal.

Tidak heran bila jambu air jenis ini sudah banyak bertebaran atau dijual di berbagai pasar swalayan besar di seluruh Indonesia. Para petani di kabupaten ini, khususnya Kecamatan Berbah, tidak sembarangan, sebab mereka begitu berhati-hati dalam membudidayakan buah ini. Tidak heran bila mereka tidak pernah menggunakan pestisida selama masa berbunga hingga berbuah. Bahkan untuk menghindari lalat dan hama, para petani membungkus buahnya dengan kantong plastik buah. 

Kontributor : Ircham Riyadi


Kolom Komentar

You must login to comment...