Cabai Rawit Hiyung, Cabai Terpedas Asal Kalimantan Selatan

Pangannews.id

Rabu, 31 Mei 2023 10:31 WIB

news
Cabai Rawit Hiyung. (Foto : Ircham Riyadi)

PanganNews.id Jakarta - Bagi para pencinta makanan pedas, sambal merupakan menu wajib yang dihidangkan untuk menggugah selera. Tak heran, banyak lidah masyarakat Indonesia yang akrab dengan tanaman yang satu ini, cabai.

Setiap daerah memiliki ciri khas tanaman cabai tersendiri, salah satunya di Kalimantan Selatan yang bernama Cabai Hiyung. 

Hasil penelitian dari Laboratorium Pengujian Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Pascapanen milik Kementerian Pertanian Republik Indonesia, kadar capsaicin pada Cabai Hiyung mencapai 2333,05 ppm dan angka tersebut memiliki tingkat kepedasan setara dengan 17 kali lipat dari cabai biasa.

Cabai ini tumbuh di Desa Hiyung, Kecamatan Tapin Tengah, Kabupaten Tapin, Kalimantan Selatan. Dari Kota Banjarmasin, Ibukota Kalimantan Selatan, ke desa ini berjarak sekitar 96 kilometer atau sekitar empat jam pakai sepeda motor. Lahan rawa yang cukup luas dan tingkat keasaman tanah yang tinggi menjadi keuntungan bagi masyarakat sekitar untuk megolah budidaya Cabai Hiyung.

Pemerintah Tapin pun berencana jadikan lokasi di desa ini sebagai agrobisnis dan agrowisata pengembangan budidaya tanaman lokal cabai rawit hiyung ini.

Asal mula cabai hiyung berawal dari Soebarjo, warga Hiyung, membawa bibit cabai 200 batang dari Desa Linuh, Kecamatan Bungur, Tapin, untuk ditanam di Hiyung pada 1993. Awalnya, di lahan pertanian gambut desa itu, warga tanam padi tetapi gagal lalu beralih ke cabai.

Setelah melihat kesuksesan Soebarjo, orang-orang di desa ini mulai tertarik menanam cabai rawit yang kini terkenal dengan cabai rawit hiyung.

Penanaman Cabai Hiyung juga lebih unik dibandingkan penanaman cabai rawit pada umumnya. Keunikannya terletak pada mulsa yang digunakan, mulsa adalah material penutup tanaman budidaya untuk menjaga kelembaban tanah.

Sementara mulsa yang digunakan berasal dari rumput rawa yang ada di sekitar areal penanaman. Fungsinya adalah untuk menekan pertumbuhan gulma, mengurangi evaporasi tanah, dan melindungi tanaman dari terik matahari yang menyengat.

Cabai Hiyung juga telah terdaftar sebagai varietas tanaman lokal khas Tapin Kalimantan Selatan dari Kementrian Pertanian dengan nomor 09/PLV/2012 pada 12 April 2012. (*/adv)

Kontributor : Ircham Riyadi


Kolom Komentar

You must login to comment...