PanganNews.id, Pekalongan- Pemerintah Kota Pekalongan, melalui Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP), sedang melakukan intervensi teknologi pembudidayaan kolam tancap dan jaring apung (keramba apung) untuk meningkatkan produksi perikanan budidaya dan memanfaatkan tambak yang ada di kota tersebut.
Kepala DKP Kota Pekalongan, Sugiyo, menjelaskan bahwa perikanan budidaya di kota tersebut masih menghadapi kendala seperti banjir, rob, dan upaya penanggulangannya. Oleh karena itu, adaptasi perlu dilakukan dalam pembudidayaan ikan.
Tambak di Pekalongan terbagi menjadi dua jenis, yaitu tambak di luar bendung dengan kondisi air payau dan tambak di dalam parapet dengan kondisi air tawar. Wilayah-wilayah seperti Krapyak, Clumprit, dan Bandengan memiliki kedua jenis tambak tersebut.
"Bahwa intervensi budidaya akan disesuaikan dengan salinitas air tambak. Misalnya, ikan nila, bandeng air tawar, atau udang air tawar akan dibudidayakan sesuai kondisi air dalam tambak tersebut agar produksi tambak tetap produktif," kata Sugio, Rebu 7 Juni 2023.
Dalam hal teknologi pembudidayaan, Sugiyo menjelaskan penggunaan jaring tancap dengan menanam jaring menggunakan bambu dari dasar tambak atau perairan hingga ke permukaan air.
Sementara itu, jaring apung menggunakan kolam yang digantung dengan alat yang dapat mengapung seperti drum atau gabus, sehingga dapat dimanfaatkan meskipun terjadi rob.
Sugiyo juga menyebutkan bahwa hingga saat ini, kebutuhan domestik kota Pekalongan dalam hal perikanan dapat terpenuhi dengan baik, dengan rata-rata produksi harian sekitar 40-60 ton.
"Selain melakukan pengoptimalan tambak, Pemerintah Kota Pekalongan juga ingin mengembangkan wisata perairan, seperti dengan membuat rumah makan apung atau tempat wisata apung. Upaya tersebut diharapkan dapat segera direalisasikan," tuntas dia.
Penulis: Ajat Nicko
Editor: R Muttaqien


Komentar Pembaca
Sampaikan pendapat dengan santun dan sesuai topik berita.
Masuk untuk ikut berdiskusi.
MasukBelum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.