Minggu, 18 Juni 2023 10:32 WIB
PanganNews.id Jakarta - Jambu kristal berbeda dengan jambu biji. Akan tetapi, kebanyakan masyarakat menyamakan keduanya karena bentuk fisiknya hampir serupa. Perbedaan kedua jambu ini biasanya baru disadari ketika telah dimakan, karena jambu kristal memiliki rasa yang lebih enak, perpaduan antara rasa manis dan segar serta teksturnya renyah.
Selain itu, jambu ini juga memilki sedikit biji, yaitu kurang dari 3% dari keseluruhan daging. Hal inilah yang menjadi daya tarik utama jambu kristal.
Jambu kristal adalah jenis kultivar jambu biji yang tersebar dan banyak tumbuh di Indonesia. Secara umum, jambu ini memiliki ciri yang sama dengan jambu biji. Akan tetapi jika lebih diperhatikan, jambu jenis kristal bentuknya lebih bulat dan besar, kulitnya tipis dan terdapat lapisan lilin yang tebal, serta berwarna hijau muda ketika matang.
Meski masih terdapat sedikit biji, terkadang jambu ini dijuluki sebagai jambu tanpa biji. Harga jual jambu kristal di pasaran cukup tinggi, hal tersebut dikarenakan jambu ini memliki rasa yang enak, manis, segar, renyah dan biji yang jumlahnya lebih sedikit dibanding jenis jambu biji lainnya.
Jumlah biji yang sedikit tersebut tentu menarik minat para penyuka jambu biji karena tidak harus membersihkan biji yang mengganggu ketika dikunyah. Selain itu, rasanya yang segar juga cocok dijadikan rujak atau manisan buah.
Jambu kristal merupakan pengembangan dari jambu biji. Varietas ini pertama kali ditemukan di distrik Kao Shiung, Taiwan pada tahun 1991. Diyakini jenis jambu ini masih keturunan dari mutasi jenis jambu Muangthai Pak. Pengembangan jambu kristal dimulai dengan melakukan tahapan persilangan melalui teknik stek atau okulasi untuk menghasilkan buah berukuran lebih besar serta biji yang sedikit.
Jambu kristal mulai masuk dan di budidayakan di Indonesia pada tahun 2011 oleh Misi Teknik Taiwan. Sedangkan lembaga yang pertama kali mengembangkan jambu unggalan ini adalah Institut Pertanian Bogor (IPB). Di tahun-tahun berikutnya, jambu ini mulai tersebar dan dikenal ke seluruh nusantara. (*/adv)
Kontributor : Ircham Riyadi
6 jam yang lalu
Sabtu, 30 Mei 2026 13:36 WIB
You must login to comment...
Be the first comment...