Minggu, 09 Juli 2023 09:15 WIB
PanganNews.id, Kebumen - Inovasi mie keriting yang dikembangkan oleh Puskesmas Kebumen II merupakan langkah yang positif dalam upaya pencegahan stunting.
Menggunakan bahan dasar tepung ganyong dan daun kelor yang kaya akan protein, zat besi, fosfor, dan zinc, mie keriting memiliki potensi sebagai makanan tambahan untuk balita dalam masa pertumbuhan.
Keikutsertaan mie keriting dalam Lomba Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik (KIPP) yang diselenggarakan oleh Kementerian PANRB dan masuk sebagai salah satu finalis Top 45 Nasional adalah sebuah prestasi yang membanggakan.
Bupati Kebumen Arif Sugiyanto dengan baik menyambut inovasi ini dan berperan serta dalam mendukung upaya pemerintah untuk mencegah stunting.
Dalam pernyataannya, Bupati Kebumen menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat dalam penanganan stunting.
"Keberhasilan inovasi Mie Keriting dapat menjadi inspirasi bagi yang lain untuk menciptakan ide-ide baru dalam mendukung upaya penanganan stunting di daerah masing-masing," harap Arif Sugianto, Sabtu 9 Juli 2023.
Selain itu, bupati juga menyoroti pentingnya pengembangan dan produksi mie keriting yang lebih luas agar dapat diberikan kepada balita yang rentan terhadap stunting. Dengan demikian, diharapkan pertumbuhan anak-anak dapat terbantu dengan baik.
Selain itu menurut bupati, agar inovasi ini dapat terus berlanjut dan mencapai prestasi yang lebih tinggi dalam kompetisi inovasi pelayanan publik di tingkat nasional, sambil tetap berharap angka stunting di Kebumen semakin turun.
Melalui presentasi dan wawancara dengan Tim Penilai Kementerian PANRB, Mie Keriting Kebumen berhasil menjadi finalis Top Inovasi Pelayanan Publik tahun 2023.
Dalam proses seleksi, mie keriting bersaing dengan ribuan proposal lainnya, namun berhasil lolos administrasi dan menjadi salah satu dari 45 finalis.
"Ini menunjukkan pengakuan atas nilai inovatif dan potensi solusi yang ditawarkan oleh Mie Keriting dalam upaya pencegahan stunting," jelasnya.
Kesuksesan mie keriting Kebumen dalam lomba inovasi pelayanan publik ini dapat menjadi contoh dan motivasi bagi daerah lain untuk mengembangkan inovasi serupa dalam upaya meningkatkan kualitas pelayanan publik dan mencegah stunting.
"Diharapkan bahwa inovasi ini dapat diadopsi dan diterapkan secara luas untuk memberikan dampak positif bagi kesehatan dan pertumbuhan anak-anak di seluruh Indonesia," pungkasnya.
Penulis: Ajat Nicko
Editor: R Muttaqien
1 jam yang lalu
7 jam yang lalu
Kamis, 14 Mei 2026 20:45 WIB
You must login to comment...
Be the first comment...