Langsung ke konten
PANGANNEWS.ID

Viral Ortu Siswa Bayar Daftar Sekolah Pakai Hasil Pertanian di Banyumas

Bagikan
Sejumlah orang tua murid membawa hasil panen pertanian ditukar untuk biaya sekolah (Tribunnews)
Sejumlah orang tua murid membawa hasil panen pertanian ditukar untuk biaya sekolah (Tribunnews)

PanganNews.id, Banyumas - Viral beredar video di sosial media (sosmed) Madrasah Tsanawiyah (MTs) Pakis Banyumas, di Dusun Persawahan, Desa Gununglurah, Kecamatan Cilongok, Jawa Tengah, memperbolehkan para orang tua murid membayar biaya sekolah dengan hasil pertanian, seperti ketela, buah-buahan, dan hasil bumi lainnya.

Hal ini dilakukan untuk mempertahankan tradisi yang sudah berlangsung selama bertahun-tahun lamanya, yaitu membolehkan orang tua siswa baru boleh membayar uang sekolah dengan hasil bumi atau pertanian.

Salah seorang orang tua murid, Sakinah, mengaku MTs Pakis sebagai pilihan paling logis bagi anaknya untuk bersekolah. Perempuan berusia 57 tahun itu mengaku nggak mampu membiayai Amira (12) di sekolah lain yang membebankan uang sekolah karena dia harus menghidupi 13 anak.

“Anak saya banyak. Kalau Amira sekolah di sini, nggak perlu biaya. Dia juga bisa berangkat jalan kaki karena dekat. Kalau harus sekolah di bawah (kota Kecamatan Cilongok), saya nggak mampu biayai transportasi. Yang penting anak saya bisa sekolah,” kata Sakinah, Kamis 13 Juli 2023.

Amira yang merupakan anak bungsu pun menjadi anak keenam Sakinah yang belajar di sekolah yang sudah eksis sejak 2013 itu.

“Ini saya bawa labu dan singkong. Kalau labu dijual itu laku Rp10 ribu per kilogram. Lima anak saya lainnya juga dulu sekolah di sini. Sekarang mereka semua sudah bekerja,” lanjut Sakinah.

Hal serupa diungkap wali murid lainnya, Suwarsiti. Perempuan berusia 68 tahun dari Grumbu Karangondang itu hanya membawa talas untuk mendaftarkan cucunya.

“Syaratnya (boleh membawa hasil bumi) sangat meringankan. Saya bisa mendaftarkan cucu saya sekolah di sini karena kami sekeluarga nggak punya kendaraan. Kalau di sini bisa jalan kaki,” ucapnya, Kamis 13 Juli 2023.

Meski tidak meminta biaya sekolah yang mahal, realitanya peminat MTs Pakis rendah. Hal ini dibuktikan dengan hanya 8 siswa baru yang mendaftar pada tahun ajaran 2023/2024. Hal ini dibenarkan oleh kepala sekolah tersebut, Isrodin.

“Total siswa di sekolah kami dari kelas 1 sampai kelas 3 ada 22 murid. Mereka anak petani. Proses belajar mengajar akan dimulai tanggal 17 Juli,” jelas Isrodin.

Padahal, meski bukan dianggap sebagai sekolah unggulan, sekolah ini memiliki metode pembelajaran agroforesti. Intinya, siswa diajari tentang dunia pertanian, peternakan, dan kehutanan yang bisa sangat berguna bagi mereka nantinya karena sesuai dengan kondisi lingkungan sekitar.

“Nggak hanya pendidikan akademik. Anak-anak di sini belajar tentang kehidupan. Jangan sampai lah anak-anak desa kok nggak bisa bertani,” beber Isrodin.

Terkait dengan alasan sekolah ini menerima hasil bumi sebagai uang pendaftaran, Isrodin pun menjelaskan bahwa mereka memang pengin membantu banyak petani dengan taraf ekonomi rendah dengan menyediakan sekolah yang terjangkau bagi mereka.

“Salah satu masalah paling penting dalam dunia pendidikan kita adalah biaya pendidikan yang mahal. Kami mencoba hadir sebagai solusi. Uang bukanlah segalanya. Yang penting semangat anak-anak untuk sekolah. Hasil bumi yang orang tua murid bawa adalah penanda bahwa mereka siap mendukung anak-anaknya bersekolah,” terangnya.

Selain itu Isrodin pun menjelaskan kalau yang mengajar di MTs Pakis adalah sukarelawan yang berstatus mahasiswa. Saat ini, ada mahasiswa Amikom sebanyak 5 orang yang akan mengajar selama 6 bulan. Selain itu, ada 10 mahasiswa dari Unsoed yang mengabdi di sana," jelasnya.

Sekolah ini mendapatkan dana dari sukarelawan. Selain itu, MTs Pakis juga bekerja sama dengan Perhutani setempat dan diperbolehkan mengolah kopi robusta dari hutan sekitar," pungkasnya.

Penulis: Ajat Nicko
Editor: R Muttaqien

Lihat Semua

Komentar Pembaca

Sampaikan pendapat dengan santun dan sesuai topik berita.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.

PANGANNEWS.ID

Jelajahi kanal