Guru Besar Fakultas Pertanian Unpad Kembangkan Teknologi Pembibitan Ubi Jalar

Jurnalis Pangannews

Selasa, 25 Juli 2023 09:00 WIB

news
Anggota tim riset Universitas Padjadjaran yang diketuai Prof. Dr.Sc.Agr. Agung Karuniawan sedang memberikan pemaparan  metode pembibitan ubi jalar kepada para petani.

PanganNews.id, Bandung - Seorang Guru Besar di Fakultas Pertanian Universitas Padjadjaran, Prof Agung Karuniawan memiliki ketertarikan dan konsistensi dalam meneliti tentang pembibitan ubi jalar.

Kiprahnya dalam penelitian itu telah mendapatkan pengakuan berupa hibah Rispro LPDP dan hibah Kedaireka, yang membantu dalam pengembangan teknologi pembibitan ubi jalar.

Menurut Prof. Agung, bibit yang baik memiliki peranan yang sangat penting dalam keberhasilan usaha pertanian, termasuk dalam sektor pertanian ubi jalar.

Sebab itu, ia dan timnya mengembangkan teknologi pembibitan sederhana yang mampu meningkatkan kualitas bibit ubi jalar.

"Penelitian ini dilakukan di lahan SPLPP Fakultas Pertanian Unpad di Arjasari, Kabupaten Bandung, dan melibatkan kolaborasi dengan petani ubi di wilayah tersebut," katanya.

Dalam penelitiannya, Prof. Agung menyadari bahwa mayoritas petani di wilayah Arjasari tidak menghiraukan kualitas bibit. Banyak bibit yang digunakan berulang kali (misalnya bibit generasi ke-3 atau G3) tanpa memperhatikan mutu genetiknya. 

"Hal ini menyebabkan penurunan kualitas bibit dari waktu ke waktu, dan dapat menyebabkan gagal tanam serta hasil pertanian yang suboptimal," jelas Prof. Agung.

Untuk mengatasi masalah ini, Prof. Agung dan timnya mencoba mengadopsi teknologi hidroponik untuk pembibitan ubi jalar.

Teknologi hidroponik ini sudah banyak digunakan oleh petani di Jepang untuk pembibitan ubi jalar, tetapi di Indonesia masih belum populer. Teknologi hidroponik memungkinkan pengaturan yang lebih baik terhadap pemberian air dan nutrisi pada bibit, sehingga dapat menghasilkan bibit berkualitas unggul.

Tim penelitian mengembangkan rumah kaca hidroponik semi otomatis di lahan SPLPP Arjasari seluas 200 meter persegi untuk proses pembibitan ubi jalar.

"Dengan sistem hidroponik ini, mereka mampu menghasilkan ribuan bibit ubi jalar yang berkualitas dalam satu baris. Setelah tumbuh, bibit-bibit tersebut diaklimatisasi di lahan terbuka sebelum ditanam untuk produksi ubi jalar," papar Prof. Agung.

Selain berfokus pada riset dan pengembangan teknologi hidroponik, Prof. Agung juga berusaha menularkan pengetahuannya kepada petani sekitar. Dalam rangka itu, timnya mengadakan kegiatan penyuluhan dengan tema "Peningkatan Kapasitas Petani dalam Pembibitan dan Produksi Ubi Jalar".

Kegiatan ini melibatkan sekitar 30 kelompok tani (gapoktan) di Desa Arjasari dan meliputi materi strategi pemasaran ubi jalar serta kunjungan ke rumah kaca hidroponik mereka.

Dengan upaya ini, Prof. Agung Karuniawan dan tim berharap dapat memberikan kontribusi positif bagi pengembangan sektor pertanian ubi jalar di Indonesia dengan meningkatkan kualitas bibit dan produksi yang lebih optimal.

Penulis: Ajat Nicko
Editor: R Muttaqien


Kolom Komentar

You must login to comment...