Biaya Perawatan Tinggi, Ladang Lada Mulai Ditinggalkan Petani di Indramayu

Jurnalis Pangannews

Senin, 31 Juli 2023 16:03 WIB

news
Ilustrasi Petani sedang berada di perkebunan lada (Posbelitung.co)

PanganNews.id, Babel- Perkebunan lada di Kabupaten Bangka Tengah, Kepulauan Bangka Belitung (Babel) semakin berkurang karena biaya perawatan yang tinggi dan hasilnya dianggap tidak sebanding.

Saat ini, luas perkebunan lada yang tersisa hanya sekitar 3.314,52 hektare, dengan tambahan sekitar 876,54 hektare yang belum menghasilkan.

Kepala Bidang Perkebunan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Bangka Tengah, Demsi Apriadi mengatakan, luasan tersebut merupakan data terkini pada periode Januari-Maret 2023.

Di samping itu diketahui bahwa ada sekitar 876,54 hektar luas areal tanaman pada yang belum menghasilkan.

Dia menjelaskan, semakin berkurangnya perkebunan lada di Bangka Tengah lantaran banyak tanaman yang mati di tengah jalan sebelum masa panen.

"Lada ini kan umur panennya setelah 2 tahun sampai 3 tahun ke atas," ucap Demsi, Senin 31 Juli 2023.

Kata dia, anggap saja jika seorang petani menanam lada di lahan seluas setengah hektar dengan jumlah tanaman sekitar 80-1.000 batang.

Dengan jumlah tersebut, ada begitu banyak biaya produksi yang harus dikeluarkan mulai dari pupuk, tajar (tiang panjat) dan lain sebagainya.

"Dan kadang-kadang itu enggak ada jaminan lada tersebut bisa mencapai umur dua tahun untuk bisa dipanen. Kadang-kadang baru umur setahun sudah mati," jelasnya.

Hal itulah yang kemudian banyak membuat petani lada menjadi lesu dan mulai pindah ke komoditi lain.

Untuk itu, melalui beberapa kajian, pihaknya mempunyai solusi dengan menggunakan tanaman melada.

Demsi berujar, cara tersebut saat ini sedang diujicoba oleh Balai Penyuluh Pertanian (BPP) Kecamatan Simpang Katis dan sudah berjalan 3 tahunan.

"Tanaman lada ini kan dia memiliki ruas dan penyakit yang paling sering terjadi itu busuk pangkal batang. Jadi yang terjadi adalah tumbuh batangnya bagus dan bawahnya kopong sehingga lama-kelamaan tanaman tersebut akan mati," ujarnya.

Sebab itu, dengan memanfaatkan tanaman melada yang karakteristiknya tahan terhadap air diharapkan akan membuat tangan lada menjadi kuat.

"Tujuan adanya tanaman melada itu untuk memperkuat bagian akar dan ini sudah terbukti di BPP Simpang Katis," tuntas dia..

Penulis: Ajat Nicko
Editor: R Muttaqien


Kolom Komentar

You must login to comment...