Datangkan Cuan, Ini Cara Sulap Kotoran Kambing Jadi Pupuk Kompos

Jurnalis Pangannews

Rabu, 13 September 2023 18:00 WIB

news
Bupati Bantul bersama jajaran pejabat Baznas RI dan sejumlah pejabat berkepentingan sedang meninjau Balai Ternak dan Rumah Kompos (Pemkabbantul.go.id)

PanganNews.id, Bantul - Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) RI bekerja sama dengan PT Anshaf telah mengubah kotoran hewan kambing menjadi ladang potensi ekonomi yang menguntungkan.

Pengolahan kotoran menjadi pupuk kompos telah berhasil meningkatkan produktivitas pertanian.

"Pupuk dari kotoran kambing memiliki unsur-unsur yang mengoptimalkan pertumbuhan tanaman, sehingga hasil pertanian menjadi lebih baik," ungkap Nur Fatimah, Pendamping Balai Ternak Baznas RI, Rabu 13 September 2023.

Namun menurut Nur Fatimah, perlu diingat bahwa pengolahan kotoran kambing menjadi pupuk kompos harus melalui proses dekomposisi atau pelapukan. Sebab kotoran segar kambing dapat mengandung amonia tinggi yang dapat merusak tanaman.

"Kotoran kambing dikumpulkan dari kandang dan dikeringkan selama tiga hari. Selanjutnya, dilakukan pemisahan dengan benda asing seperti batu, sampah, daun, dan kayu," papar Nur Fatimah.

Kotoran kambing yang telah kering difermantasikan dengan pencampuran bahan seperti molase, EM4, dan lainnya.

"Ini berfungsi sebagai bioaktivator untuk proses fermentasi. Campuran ini kemudian ditumpuk dalam wadah tertutup selama satu minggu," katanya.

Adapun pengecekan dan penyemprotan setelah seminggu, kondisi tekstur kotoran kambing diperiksa.

"Jika sudah kering, dilakukan penyemprotan bahan kompos secara merata dengan tingkat kebasahan 30-40 persen. Terpal digunakan lagi selama satu minggu," jelas Nur Fatimah.

Setelah tiga minggu melalui proses fermentasi, kotoran kambing telah berubah menjadi pupuk kompos yang siap untuk dipanen.

Lebih lanjut Nur Fatimah menyatakan, pupuk kompos ini dapat menjadi sumber pendapatan yang berkelanjutan dan juga membantu pertanian lokal dalam meningkatkan hasil panen.

"Selain itu, inisiatif ini juga mendukung upaya daur ulang bahan organik untuk menjaga lingkungan yang lebih bersih dan sehat," tungkasnya.

Penulis: Ajat Nicko


Kolom Komentar

You must login to comment...