PanganNews.id, Bogor - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor, Jawa Barat, tengah berupaya keras untuk melindungi sektor peternakan dan perikanan dari bencana kekeringan yang diakibatkan oleh fenomena El Nino.
Kepala Dinas Perikanan dan Peternakan Kabupaten Bogor, Nurhayati, menyatakan bahwa masalah utama yang dihadapi para peternak adalah ketersediaan air dan pakan ternak.
"Untuk mengatasi permasalahan ini, pemerintah Kabupaten Bogor telah mengambil langkah-langkah penting, salah satunya adalah memanfaatkan limbah sayuran sisa pasar sebagai pakan ternak," katanya, Selasa 26 September 2023.
Adapun menurut Nurhayati, Pemkab Bogor membantu dalam pengembangan unit usaha pengolahan limbah pasar agar dapat digunakan sebagai pakan ternak.
"Kami mengantisipasi ketersediaan hijauan pakan selama musim kemarau dengan mengolah dan mengawetkan melalui pembuatan silase dan hay atau dengan pengeringan. Dinas Perikanan dan Peternakan Kabupaten Bogor juga memberikan bimbingan teknis kepada petani milenial dalam pengelolaan pakan untuk komoditas seperti kambing, domba, sapi, dan pakan ternak.
Selain itu, mereka memfasilitasi peminjaman lahan antara pemilik lahan dan peternak untuk mengatasi masalah kurangnya lahan yang dapat digunakan sebagai lahan pakan ternak. Pemerintah juga mendorong peternak untuk mengelola lahan sebagai lahan penanaman hijauan pakan ternak dan memberikan bibit berkualitas.
"Pemkab Bogor juga berupaya meningkatkan akses peternak ke bahan pakan lokal, dengan potensi menjadi penyedia dedak padi karena Kabupaten Bogor merupakan daerah penghasil beras," tambah Nurhayati.
Namun, tantangan lain yang dihadapi adalah berkurangnya debit air sebagai sarana untuk memandikan ternak dan sumber air minum. Ini menjadi kritis dalam budidaya sapi perah, di mana proses pemerahan memerlukan pemandian ternak dua kali sehari untuk meningkatkan kualitas susu.
Meskipun demikian, Nurhayati mencatat bahwa secara umum, Kabupaten Bogor belum mengalami dampak serius dari musim kemarau ini, dengan penurunan produksi susu hanya sebesar 3 persen dari produksi harian biasa peternak.
Sementara itu, untuk sektor perikanan, Nurhayati mengungkapkan bahwa fenomena El Nino diprediksi akan berlanjut hingga akhir tahun 2023, dan langkah-langkah proaktif terus diambil untuk melindungi sektor ini dari potensi dampak yang lebih besar.
Penulis: Ajat Nicko
Editor: R Muttaqien


Komentar Pembaca
Sampaikan pendapat dengan santun dan sesuai topik berita.
Masuk untuk ikut berdiskusi.
MasukBelum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.