Rabu, 18 Oktober 2023 16:02 WIB
PanganNews.id, Jombang - Seorang peternak berpengalaman asal Kecamatan Tembelang, Kabupaten Jombang, Jawa Timur, mencatatkan kesuksesan luar biasa dalam usaha beternak bebek peking.
Mujiono, nama pria yang menginspirasi ini, berhasil meraup keuntungan ratusan juta rupiah per bulan dari aktivitas peternakan yang dilakukan di lahan kosong belakang rumahnya.
Mujiono menerapkan pendekatan mandiri dalam beternak bebek peking, mulai dari menetaskan telur hingga membesarkan anak bebek.
"Saya tak membeli bibit atau telur dari pihak luar, memastikan semua proses dijalankan di tempat sendiri," ucapnya saat dilansir dari kanal YouTube liputan 6, Rabu 18 Oktober 2023.
Proses dimulai dengan menetaskan telur bebek peking di dalam 35 kotak oven.
"Setelah 45 hari, telur berhasil menetas, dan anak bebek dipindahkan ke kotak lain untuk proses pembesaran. Sebagian di antaranya juga dijual sebagai bibit usaha peternakan kepada masyarakat sekitar," jelas Mujiono.
Keberhasilan Mujiono tak hanya terbatas pada kualitas produknya, namun juga pada kemampuannya memanfaatkan peluang bisnis.
Ia mampu mencapai pendapatan luar biasa hingga mencapai Rp100 juta per bulan dari penjualan bebek peking, baik dalam bentuk anak bebek maupun dagingnya.
Menariknya, peternak berpengalaman ini bukan pendatang baru di dunia peternakan.
"Saya telah memulai usahanya sejak tahun 2010, awalnya dengan beternak bebek lokal. Namun, memutuskan beralih ke beternak bebek peking karena melihat potensi keuntungan yang lebih besar.
Bebek peking membutuhkan waktu yang jauh lebih singkat untuk dijadikan produk pedaging, hanya sekitar 45-50 hari, sementara bebek lokal memerlukan waktu hingga enam bulan," jelasnya.
Anakan bebek peking dipasarkan dengan harga Rp6.000 per ekor, sementara untuk daging bebek peking, dijual seharga Rp30.000 per kilogram," tambanya.
Penulis: Ajat Nicko
Editor: R Muttaqien
4 jam yang lalu
Selasa, 28 April 2026 09:12 WIB
Selasa, 28 April 2026 08:44 WIB
You must login to comment...
Be the first comment...