Bisnis Manis Alpukat Miki, Ini Tips Budidaya Anti Gagal ala Petani Bogor

Jurnalis Pangannews

Rabu, 01 November 2023 19:03 WIB

news
Seorang pembudidaya dan pembibit Alpukat, Joni Winata, berbagi pengalaman suksesnya dengan budidaya dan pembibitan Alpukat (Dok pribadi for Pangannews.id)

PanganNews.id, Bogor - Alpukat Miki, salah satu buah yang cukup populer, memiliki potensi bisnis yang menjanjikan dan pasar yang masih terbuka lebar.

Buah ini dikenal dengan dagingnya yang lembut dan rasa khasnya. Serta mudah ditemukan di pasar, toko buah-buahan, serta supermarket.

Tanaman Alpukat Miki dapat tumbuh baik di dataran tinggi maupun rendah, dengan perawatan yang relatif mudah. Pohon Alpukat Miki memiliki masa produktif yang panjang, bisa tetap berbuah selama belasan hingga puluhan tahun dengan perawatan yang baik.

Seorang pembudidaya dan pembibit Alpukat di Bogor, Joni Winata, berbagi pengalaman suksesnya dengan budidaya dan pembibitan Alpukat.

Ia menyatakan bahwa peluang bisnis buah Alpukat yang siap dikonsumsi masih cerah dan mudah perawatannya.

"Pengalaman saya, dari bibit setinggi 50 sentimeter, hanya butuh dua hingga tiga tahun untuk berbuah. Pada awal masa berbuah, biasanya pohon hanya menghasilkan beberapa buah, tetapi pada musim berbuah berikutnya, pohon bisa menghasilkan hingga tiga kali panen jika nutrisi tanahnya baik," kata dia.

"Terutama untuk pohon berusia 5-6 tahun, satu pohon Alpukat dapat menghasilkan hingga 4 kwintal buah dalam satu musim," imbuh Joni.

Menurut Joni Winata, saat ini harga Alpukat berkisar dari belasan hingga puluhan ribu rupiah per kilogram, tergantung pada jenisnya. Harga tersebut berlaku untuk Alpukat dengan varietas unggul.

Joni memiliki ratusan bibit Alpukat dengan berbagai jenis dan varietas unggul yang populer.

Di antaranya mencakup Alpukat Miki, Aligator, Kendil, Markus, Non Biji, Hass Australia, Mentega, Mentega Jumbo, Red Vietnam, dan Wurtz California.

Harga bibit berkisar dari Rp 30 ribuan hingga Rp 150 ribu untuk jenis Hass yang mahal. Semua bibit ini telah siap tanam.

Joni juga membagikan tips agar pohon Alpukat yang baru ditanam dapat cepat berbuah, yakni dengan memberikan pupuk kandang sebagai dasar dua kali dalam setahun dan pupuk kimia yang kaya akan kalium dan fosfat untuk disemprotkan. Hal ini akan memancing buah agar cepat berbuah.

Apakah Anda tertarik untuk mengembangkan budidaya Alpukat? Tanaman ini mudah dirawat dan cocok sebagai usaha sampingan.

Di Desa Karyasari, perkiraan pada tahun 2025, Alpukat Miki akan menjadi yang paling banyak ditanam, dengan 10 ribu bibit yang sudah ada di masyarakat.

"Jangan ragu, permintaan akan buah ini masih tinggi," tambah Joni.

Reporter: Ajat Nicko
Editor: R Muttaqien 


Kolom Komentar

You must login to comment...