Diterpa Kendala Cuaca dan Hama, Ini Cara Petani Mangga Indramayu Pertahankan Hasil Panen

Jurnalis Pangannews

Senin, 04 Desember 2023 17:11 WIB

news
Petani melakukan panen mangga (Ilustrasi)

PanganNews.id, Indramayu - Kisol (50), salah seorang petani di hutan mangga Mangunjaya, Kecamatan Anjatan, Kabupaten Indramayu, sedang sibuk memanen bersama pekerja dan pembeli.

Meskipun beberapa pohon sudah banyak berbuah, hasil panen mangga masih belum bisa terkontrol dengan masif karena faktor cuaca dan serangan hama yang tidak terduga.

"Yang tidak bisa diprediksi yang jelas faktor iklim cuaca terus tergantung kadang-kadang ada hama yang tidak bisa ditanggulangi," ungkap Kisol.

Kisol menjelaskan bahwa meskipun mayoritas pohon mangga dapat dipanen dua hingga tiga kali dalam setahun, petani belum mampu mempertahankan hasil panen yang stabil.

"Ini sudah tiga kali, nah sekarang dapat dari 40 atau 36 pohon nyampe 7 ton. Sebelumnya hanya 4 ton soalnya faktor cuaca sih," tambah Kisol.

Selain ketidakstabilan hasil panen, petani juga kesulitan dalam menentukan harga mangga yang tinggi. Meski menghasilkan panen yang melimpah, harga yang didapat saat ini cukup anjlok, hampir selisih 50 persen dibandingkan dengan musim panen sebelumnya.

"Iya ini lagi anjlok tapi hasilnya cukup banyak," jelasnya.

Hutan mangga seluas 250 hektare itu merupakan salah satu produsen buah mangga terbesar.

Namun, Ketua Kelompok Hortikultura Karya Tani Bhakti Mangunjaya, Mulyadi, menyatakan bahwa dalam kondisi bagus, hutan tersebut bisa menghasilkan 80 sampai 100 ton dalam sehari.

"Iya sehamparan itu, kalau omzet ya nggak bisa di cek karena di sini setiap bulan setiap musimnya ada beberapa gelombang panen ada yang 2 kali sampai 3 kali tergantung pengelolaan," ujar Mulyadi.

Awalnya, hasil panen hanya diambil oleh tengkulak lokal, namun sekarang banyak petani yang melakukan distribusi langsung ke luar daerah Indramayu, mencakup wilayah Lampung, Pekanbaru, Batam, Riau, Pontianak, Aceh, hingga Bangka Belitung.

Reporter: Ajat Nicko
Editor: R Muttaqien


Kolom Komentar

You must login to comment...