PanganNews.id, Jakarta - Kementerian Kelautan dan Perikanan menggandeng PT. Karya Kreatif Nusantara (SnackVideo Indonesia), sebagai salah satu platform media sosial berbasis video pendek, dalam upaya peningkatan digitalisasi di sektor kelautan dan perikanan.
KKP dan SnackVideo akan bekerja sama dalam promosi produk kelompok usaha kelautan dan perikanan melalui aplikasi SnackVideo, serta peningkatan kapasitas SDM.
Hal tersebut dituangkan dalam Perjanjian Kerja Sama tentang Pengembangan SDM kelautan dan perikanan yang ditandatangani Kepala BPPSDM I Nyoman Radiarta dan Direktur PT. Karya Kreatif Nusantara (SnackVideo Indonesia) Yugo Prabowo beberapa waktu lalu.
Ia berharap, penandatanganan kerja sama itu tidak hanya sekedar seremonial saja, tapi juga bisa benar-benar dirasakan manfaatnya oleh para pelaku utama bidang perikanan dan kelautan.
Nyoman berharap penandatanganan kerja sama ini tidak hanya semata menjadi dokumen saja untuk memenuhi IKU (Indikator Kinerja Utama) atau KPI (Key Performance Indicator), tapi benar-benar dapat diimplementasikan secara nyata untuk pengembangan SDM.
"Khususnya bagi masyarakat pelaku utama kelautan dan perikanan, seperti nelayan, pembudidaya, pengolah, dan pemasar ikan, serta petambak garam,” kata Nyoman.
Sementara, Direktur SnackVideo Indonesia Yugo Prabowo menyampaikan pihaknya siap membantu kelompok-kelompok Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) tersebut agar naik kelas melalui pelatihan pembuatan konten yang menarik untuk mempromosikan produk-produk kelautan dan perikanan.
"SnackVideo menyadari bahwa dukungan kepada UMKM akan semakin besar dampaknya apabila dilakukan secara kolaboratif dengan pemangku kepentingan yang berkaitan. Karena itu, ketika ada peluang untuk berkolaborasi dengan BPPSDM Kementerian Kelautan dan Perikanan untuk mendorong kemajuan UMKM binaan mereka, kami dengan antusias menyambutnya," papar dia.
"Kolaborasi ini kami lakukan setelah melihat adanya kesamaan visi dan misi antara SnackVideo dan KKP dalam memajukan UMKM di Indonesia," tutupnya
Penulis : Egi Abdul Mugni
Editor: R Muttaqien


Komentar Pembaca
Sampaikan pendapat dengan santun dan sesuai topik berita.
Masuk untuk ikut berdiskusi.
MasukBelum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.