PanganNews.id, BANDUNG- Dalam upaya memperkuat ketahanan pangan, Buruan Sae di Kota Bandung terus mengukuhkan komitmennya pada prinsip "Sehat, Alami, dan Ekonomis".
Salah satu contohnya adalah Buruan Sae Melati Ligar RW 10, yang dipimpin oleh Ujang Setiawan, juga Ketua RW 10 Kelurahan Pasirwangi.
Menurut Ujang, salah satu daya tarik Buruan Sae adalah harga yang lebih terjangkau dibandingkan pasar konvensional.
"Cabai dan cengek, di pasar itu melonjak. Kalau di sini lebih murah karena dikelola oleh warga," ungkapnya.
Buruan Sae juga mencatat pencapaian signifikan dalam pengelolaan sumber daya alam. Ujang menjelaskan bahwa mereka tidak lagi membeli pupuk karena telah berhasil memanfaatkan sampah organik sebagai bahan baku pupuk kompos.
"Kita manfaatkan sampah dapur, seperti Kang Empos, sampah rumah tangga di pilah. Sampah organik dipilah, tidak usah di buang ke TPS, kita olah jadi kompos. Hasilnya bagus dibandingkan beli pupuk di luar," jelasnya, Minggu, 17 Maret 2024.
Buruan Sae Melati Ligar, sebagai salah satu dari 378 Buruan Sae di Kota Bandung, telah memberikan kontribusi yang berarti bagi masyarakat setempat sejak berdirinya pada tahun 2022.
"Tiap hasil panen, sayuran seperti bayem dan kangkung kita berikan untuk kegiatan Posyandu," tambah Ujang.
Selain menyediakan sayuran, Buruan Sae juga menghadirkan sumber protein lokal dengan beternak ikan lele. Menanggapi kehadiran Buruan Sae di wilayahnya, Lurah Pasirwangi, Meli Susanti, menyatakan bahwa program ini bertujuan untuk meningkatkan ketahanan pangan di daerah non-pangan.
"Kita sosialisasikan program ini kepada masyarakat, bahwa Buruan Sae memang tujuannya sebagai ketahanan pangan. Supaya warga menanam menikmati hasilnya sendiri dengan sehat alami ekonomis, dimanfaatkan kebutuhan sendiri," jelasnya.
Harapan Meli adalah agar Buruan Sae dapat memberikan manfaat ekonomis yang lebih besar bagi warga setempat.
"Selain membantu stunting, di sini juga sudah bisa menghasilkan nilai ekonomis. Ketika panen itu bisa dijual, warga antusias beli itu," ungkapnya, menyoroti potensi ekonomis yang ditawarkan oleh program ini.
Reporter: Ajat Nicko
Editor: R Muttaqien


Komentar Pembaca
Sampaikan pendapat dengan santun dan sesuai topik berita.
Masuk untuk ikut berdiskusi.
MasukBelum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.