Selasa, 02 Juli 2024 11:01 WIB
PanganNews.id, Jakarta - Beras merupakan makanan pokok penduduk Asia, khususnya Asia Selatan, Asia Timur dan Asia Tenggara.
Tentu saja sebagian besar beras diproduksi oleh negara-negara di wilayah tersebut.
Bagi penduduk Eropa, makanan pokok mereka yakni gandum yang diolah jadi berbagai jenis makanan.
Namun, ada juga lho negara Eropa yang produksi beras? Berikut ulasannya dikutip dari foodstation.id, Selasa 2 Juli 2024.
1. Italia
Pertama ada negara Italia. Ya, Italia adalah negara Eropa yang paling banyak memproduksi beras. Luas lahan produksinya berkisar antara 250 ribu hektar sampai 300 ribu hektar. Ada dua wilayah utama lumbung beras di Italia, yakni Lombardy dan Piedmont.
Organisasi Pangan dan Pertanian PBB (FAO) mencatat, Leonardo da Vinci sang pelukis Monalisa yang legendaris, bahkan berkontribusi untuk membangun saluran irigasi guna mengeringkan rawa-rawa yang akhirnya bisa ditanami padi.
Ada juga kuliner khas Italia bernama Risotto. Bahan utamanya adalah beras. Kuliner ini telah muncul sejak abad ke-14 lalu dan bahkan menjadi sangat populer dewasa ini.
2. Spanyol
Di Spanyol, beras telah ditanam jauh lebih awal sebelum Italia melakukannya.
Pertanian padi yang menghasilkan beras di Spanyol dibawa oleh masyarakat muslim Andalusia. Diperkirakan, padi mulai ditanam antara abad ke-8 hingga abad ke-10, ketika Islam berkuasa berkuasa di Semenanjung Iberia. Padi ditanam di daerah pantai timur Spanyol seperti Levante dan Valencia.
Selama abad ke-11, pertanian padi yang menghasilkan beras semakin luas karena sistem irigasi yang diciptakan. Ketika kekuasaan muslim Andalus rampung, padi masih menjadi tanaman yang dibudidayakan sampai saat ini.
Penanaman padi di Spanyol biasa dilakukan pada bulan April-Mei dan panen pada bulan September-Oktober.
3. Yunani
Yunani telah terkenal memiliki sejarah yang adiluhung dengan kaum intelektualnya di masa lalu. Beberapa intelektual kuno seperti Theophrastus yang hidup sekitar 285 SM dan Galenos yang hidup sekitar tahun 200 M, sudah mencatat bahwa beras bisa digunakan sebagai obat penyakit saluran pencernaan.
Meski orang Yunani telah mengenal beras sejak lama, akan tetapi proses penanaman padi awal di wilayah itu tidak diketahui secara pasti. Menurut FAO, orang Yunani mulai melihat beras itu sangat penting sebelum Perang Dunia Kedua terjadi.
4. Prancis
Negara Eropa lain yang memproduksi beras adalah Prancis. Wilayah pertanian utama penanaman padi berada di Camargue, di bagian selatan yang menghadap Mediterania. Di daerah tersebut, cuaca lebih hangat dari pada di utara.
Tanaman padi yang menghasilkan beras mulai diperkenalkan ke Prancis sekitar abad ke-13. Padi kemudian ditanam dan menghasilkan beras untuk dikonsumsi. Sampai tahun 1930-an, Camargue tetap jadi wilayah utama penghasil beras di Prancis.
Selama perang, produksi beras di wilayah tersebut sangat penting dan produksinya terus meningkat. Usai perang, investasi digelontorkan untuk memodernisasi sawah dengan pembangunan sistem irigasi dan drainase.
Meski bukan negara penghasil beras utama di Eropa Bertrand Mazel, Presiden Persatuan Petani Padi Eropa dan Persatuan Petani Padi Prancis mengatakan bahwa “beras kami adalah beras premium.” Beras yang dihasilkan Prancis adalah salah satu beras terbaik di Eropa.
5. Portugal
Portugal adalah produsen beras selanjutnya di Eropa. Wilayah utama penanaman padi di negara tersebut adalah Tejo e Sorraia, Sado, Barrages du Sud, dan Modego. Wilayah-wilayah tersebut yang ditanami padi dialiri oleh sungai air tawar.
Tapi Portugal memiliki beberapa masalah utama dalam pertanian beras. Menurut FAO, masalah tersebut adalah biaya produksi yang tinggi, suhu rendah, pasokan air terbatas dan hasil varietas yang terbatas.
Dibandikan dengan penduduk negara Eropa lain, penduduk Portugal lebih banyak makan nasi. Namun negara itu tercatat sebagai produsen beras terbesar keempat di Benua Biru.
Tiap tahun, Potugal memproduksi sekitar 180 juta kilogram beras. Impor beras masih sangat dibutuhkan untuk memenuhi permintaan warganya.
You must login to comment...
Be the first comment...