Langsung ke konten
PANGANNEWS.ID

Hadiah Gemoy Prabowo Gibran Untuk Para Lansia

Bagikan
Foto: M. Chairul Arifin (Purnabakti Kementerian Pertanian RI).
Foto: M. Chairul Arifin (Purnabakti Kementerian Pertanian RI).

PanganNews.id - Oleh: M. Chairul Arifin (Purnabakti Kementerian Pertanian RI)

Seriap menjelang tanggal 1 Oktober kita selalu memperingati Hari Lansia (Lanjut Usia) Internasional yang pada tahun ini bertemakan Rumah Kita. Tema ini menyadarkan akan peran penting dari setiap kita dalam masyarakat. Ada sebagai perawat, pendamping, pengasuh, teman dan sebagainya.

Quik win

Tetapi pada kesempatan kali in kita membicarakan tentang kaitan program unggulan (quick win) pemerintahan yang baru yang berdampak pada kehidupan para Lansia yang saat ini berjumlah 12 persen atau 29 juta jiwa , populasi penduduk yang dinilai menua dan akan makin Indonesia akan dipenuhi oleh 50 juta penduduk Lansia atau 20 persen penduduk. Sungguh suatu kesempatan besar saat ini untuk memikirkan masa depannya.

 Secara kebetulan tanggal 4 September 2024 pemerintah bersama dengan DPR telah menyepakati adanya perubahan postur RAPBN 2024 untuk mengakomodasi berbagai program unggulan dari pemerintahan keuangan, Gibran. 

Secara garis besar menurut Menteri keuangan perubahan postur tersebut akan menyangkut 4 klaster yaitu program makan bergizi gratis yang besarnya Rp 71,01 Triliun . Program ini akan memberikan manfaat makan siang kepada ibu hamil, ibu menyusui, bayi dan anak balita serta peserta didik diseluruh jenjang pendidikan dari TK, SD, SMP, SMA dan peserta pondok pesantren.  

Cluster kedua yang menjadi program unggulannya adalah pemeriksaan kesehatan dan pendirian rumah sakit lengkap berkualitas di daerah yang besarnya RP. 4,01 Triliun Program ini berupa check kesehatan gratis untuk 52,2 Juta orang meliputi pemeriksaan tensi, gula darah, foto ronsen untuk screening penyakit katastropik. Pemeriksaan kesehatan akan diikuti dengan pembangunan Rumah sakit lengkep tipe D dan tipe C diberbagai daerah berserta sarana pendukungnya.

Pembangunan berbagai rumah sakit ini akan menyebabkan timbulnya superhub ditempat terpencil sehingga dilengkapi dokter dokter spesialis dan tidak lagi berorientasi ke Jawa dan luar negeri.

Berbagai penyakit katastropik yang biayanya mahal akan tertangani setempat dengan fasilitas lengkap dan berakibat derajat kesehatan masyarakat meningkat.  

Ke 3 renovasi sekolah RP. 20 Triliun Rupiah. Upaya ini mencakup renovasi ruang kelas, pembangunan MCK dan bangunan pendukung termasuk membangunc sekolah unggulan terintegrasi. 

Lainnya yang terakhir adalah program unggulan pembangunan lumbung pangan nasional, daerah dan desa Rp 15 Triliun Rupiah.

Bergeser dari Infrastruktur

Kalau diamati postur RAPBN Probowo Gibran cukup berbeda dengan postur APBN yang biasa dilakukan oleh pemerintahan sebelumnya yang lebih banyak mengfokuskan kepada pembangunan infastruktvur, bandara, pelabuhan laut dan tol laut untuk peningkatan aksesibilitas dan konektivitas perekomonian. Keduanya baik baik saja tetapi baru kali ini postur RAPBN lebih banyak di fokuskan kepada pembangunan sumber daya manusia dalam arti kata yang konfrenhensif

1000,Hari Kehidupan.

Kaum lansia terutama merasa terperhatikan karena dari pendekatan program ini. Contohnya pada program makan siang gratis yang akan berdampak jangka panjang nantinya akan melahirkan lansia yang lebih bermartabat dan berkualitas. Pada waktunya anak anak indonesia akan mempunyai IQ dan prestasi olahraga yang sejajar dengan Jepang, China atau Amerika Serikat.sudah Karena sejak 1000 hari dalam kehidupan sudah menjadi program unggulan dari Probowo Gibran.

Begitu juga tentang sekolah yang akan lebih diperhatikan terutama perbaikan sekolah yang roboh terkena bencana alam ataupun sudah rapuh karena usianya . Dari aspek kesehatana pembangunan rumah sakit yang dikhususkan tipe C dan tipe D membawa angin segar bagi warga yang berkepentingan. Sehingga mungkin tidak akan terlihat lagi berita di televisi dan berbagai media sosial tentang sulitnya mengakses layanan kesehatan dan terpaksa digotong atau di tandu melewati jurang dan sungai dan menyebrangi sungai berkilo kilo meter. 

Sang ibu yang akan melahirkan akan lebih memperoleh akses untuk pelayanan. Terakhir yaitu pembangunan lumbung pangan nasional daerah dan desa Rp 15 Triliun yang orang semua tahu akibat permasalahan lahan diberbagai daerah. Diatasinya, dengan ekstentifikasi dan intensifikasi lahan dapat membantu pembangunan lumbung tersebut. 

Keempat kluster postur RAPBN 2025 Prabowo Gibran telah mengakomodir keinginan dari presiden terpilih untuk realisasi anggaran. Soal mekanisme diserahkan kepada aparat yang berwenang untuk menjalankannya agar tidak terjadi KKN sebagaimana realisasi bansos yang telah lama di jalankan.  

Keliatannya keempat program tersebut sangat bermakna untuk para lansia karena menjadi prasana mutlak agar kesehatan lansia menjadi lebih perhatian. Yang penting sudah mulai disadari sekarang tidak saja membangun infrastruktur, hilirisasi dan investasi tetapi yang penting membangun sumber daya manusia nya.

Dalam aspek pangan maka pengembangan lumbung pangan diberbagai tempat di indonesia yang lebih terintergrasi akan membuat ketersedian pangan lebih terjamin terutama dimusik kemarau, bencana alam, ataupun pada musim musim tertentu didaerah tertentu pula. Lansia merasa lebih diorangkan dalam mengembangkan darma baktinya bagi indonesia. Tidak akan ada lagi lansia 

miskin, terlantar, anak cucu nya tidak bersekolah atau tidak sarapan ataupun lansia yang meminta minta di berbagai perempatan jalan. (*/Adv)

Ditulis olehPangannews.id

pangannews

Lihat Semua

Komentar Pembaca

Sampaikan pendapat dengan santun dan sesuai topik berita.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.

PANGANNEWS.ID

Jelajahi kanal