Pangannews.id - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Aceh Timur menargetkan produksi gabah kering giling sebesar 187.630 ton pada tahun 2025, dengan luas lahan pertanian mencapai 32.350 hektare.
Target tersebut bertujuan untuk mendukung program ketahanan pangan yang merupakan salah satu prioritas pemerintah pusat dan daerah.
Wakil Bupati Aceh Timur, T Zainal Abidin, menyampaikan bahwa target produksi gabah tersebut akan dicapai dengan menerapkan pola tanam dua kali setahun.
"Kami targetkan produksi gabah sebanyak 187.630 ton pada 2025 di lahan seluas 32.350 hektare. Target ini sejalan dengan program ketahanan pangan yang menjadi fokus pemerintah," kata Zainal Abidin, Selasa (7/4/2-25), seperti dikutip dari Antara.
Menurutnya, Kabupaten Aceh Timur memiliki potensi besar untuk menjadi lumbung pangan di Provinsi Aceh. Hal ini didorong oleh luas lahan yang signifikan dan tingkat produktivitas pertanian yang tinggi.
Berdasarkan data dari Dinas Pertanian Kabupaten Aceh Timur, panen gabah pada April 2025 diperkirakan mencapai 64.223,4 ton dengan produktivitas rata-rata 7 ton per hektare.
Salah satu wilayah dengan potensi besar adalah Kecamatan Madat, yang diperkirakan memiliki luas panen lebih dari 2.100 hektare. Di daerah tersebut, harga gabah diperkirakan mencapai Rp6.650 per kilogram, dengan potensi pendapatan petani sekitar Rp29,5 juta per hektare.
Untuk mencapai target produksi tersebut, Pemkab Aceh Timur berkomitmen untuk melakukan berbagai upaya percepatan. Salah satunya adalah mengusulkan tambahan alat mesin pertanian kepada pemerintah pusat guna meningkatkan efisiensi dan produktivitas.
"Kami juga fokus pada peningkatan penyuluhan kepada petani untuk meningkatkan keterampilan dan pengetahuan dalam bertani, serta memastikan distribusi pupuk subsidi tepat sasaran," ungkap Zainal.
Upaya-upaya ini diharapkan dapat mendorong peningkatan hasil pertanian, khususnya padi, yang akan mendukung ketahanan pangan tidak hanya di Aceh Timur, tetapi juga di Provinsi Aceh secara keseluruhan.
Editor : Adi Permana


Komentar Pembaca
Sampaikan pendapat dengan santun dan sesuai topik berita.
Masuk untuk ikut berdiskusi.
MasukBelum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.