Langsung ke konten
PANGANNEWS.ID

ULM Gandeng Masyarakat Lokal dalam Konservasi Mangrove di Kotabaru

Bagikan
ULM gandeng masyarakat lokal dalam konservasi mangrove di Kotabaru. (Foto : ilustrasi/Pixabay)
ULM gandeng masyarakat lokal dalam konservasi mangrove di Kotabaru. (Foto : ilustrasi/Pixabay)

Pangannews.id - Universitas Lambung Mangkurat (ULM) menggagas program kemitraan dengan masyarakat lokal dalam konservasi mangrove secara berkelanjutan di Kabupaten Kotabaru, Kalimantan Selatan. Program ini menjadi langkah strategis dalam menjaga ekosistem pesisir melalui pelibatan aktif warga sekitar.

Dekan Fakultas Kehutanan ULM, Prof. Kissinger, menegaskan pentingnya partisipasi masyarakat dalam pelestarian hutan mangrove. “Dengan melibatkan masyarakat lokal, pelestarian mangrove dapat dilakukan secara lebih efektif,” ujarnya, seperti dikutip dari Antara, Kamis (10/4/2025).

Ia menjelaskan bahwa masyarakat dapat berperan dalam berbagai aktivitas konservasi, mulai dari penanaman bibit mangrove, pengawasan terhadap aktivitas ilegal di kawasan pesisir, hingga edukasi mengenai pentingnya fungsi ekologis mangrove.

Tak hanya itu, masyarakat juga didorong untuk ikut serta dalam proses pengambilan keputusan terkait pengelolaan mangrove melalui forum musyawarah dan kemitraan lintas sektor bersama pemerintah maupun pihak swasta.

Sebagai bagian dari strategi jangka panjang, Prof. Kissinger juga menyoroti pentingnya kebijakan moratorium terhadap konversi lahan mangrove untuk kepentingan lain seperti tambak atau perkebunan. Ia menekankan bahwa rehabilitasi lahan mangrove yang rusak atau terdegradasi harus terus dilakukan secara berkelanjutan.

Pemerintah juga diharapkan turut memperkuat kebijakan yang berpihak pada konservasi mangrove guna menjaga ekosistem ini tetap lestari.

Sejak 2024, ULM telah memperoleh Surat Persetujuan Komitmen Perizinan Berusaha Pemanfaatan Hutan (PBPH) dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan untuk mengelola sekitar 611 hektare lahan mangrove di kawasan hutan produksi di Kotabaru. Kawasan tersebut mencakup enam desa, yakni Desa Kemuning, Tanjung Pelayar, Tanjung Sungkai, Tanjung Tengah, Teluk Tamiang, dan Kampung Baru.

Editor : Adi Permana

Ditulis olehPers Pangannews
Lihat Semua

Komentar Pembaca

Sampaikan pendapat dengan santun dan sesuai topik berita.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.

PANGANNEWS.ID

Jelajahi kanal