Langsung ke konten
PANGANNEWS.ID

Konservasi Orang Utan Diperkuat Validasi Data dan Kolaborasi Lintas Sektor

Bagikan
Konservasi Orang Utan diperkuat validasi data dan kolaborasi lintas sektor. (Foto : Pixabay)
Konservasi Orang Utan diperkuat validasi data dan kolaborasi lintas sektor. (Foto : Pixabay)

Pangannews.id - Ancaman terhadap populasi orang utan Indonesia semakin nyata. Seluruh spesies orang utan di Indonesia kini berstatus "Critically Endangered" atau Kritis menurut daftar merah IUCN.

Menanggapi hal ini, Direktur Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem (KSDAE), Prof. Satyawan Pudyatmoko, menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor dan pemanfaatan teknologi dalam konservasi satwa kunci ini.

"Perlindungan habitat dan pencegahan perdagangan ilegal menjadi tantangan utama konservasi orang utan," kata Satyawan dalam Forum Group Discussion (FGD) konservasi orang utan yang digelar BKSDA Kalbar di Pontianak, Rabu (16/4/2025).

Indonesia merupakan rumah bagi tiga spesies orang utan: Pongo pygmaeus di Kalimantan, Pongo abelii di Sumatra, dan Pongo tapanuliensis di Tapanuli. Ketiganya menghadapi tekanan serius akibat hilangnya habitat dan perdagangan ilegal.

Sejak 2006 hingga 2024, tercatat sebanyak 91 individu orang utan korban perdagangan ilegal telah berhasil direpatriasi ke Indonesia, mayoritas dari Malaysia dan Thailand.

Satyawan menekankan bahwa pendekatan konservasi harus bersifat multidimensi: menggabungkan penegakan hukum, pemberdayaan masyarakat, dan kerja sama internasional.

Pemerintah juga memperkuat kerangka hukum konservasi melalui UU Nomor 32 Tahun 2024 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya, yang menekankan pentingnya konektivitas antar habitat sebagai bagian dari strategi perlindungan jangka panjang.

“Selain pendekatan hukum dan regulatif, kami juga mulai mengoptimalkan penggunaan teknologi dalam konservasi: dari inventarisasi keanekaragaman hayati, pemantauan habitat, hingga mitigasi konflik manusia dan satwa,” jelas Satyawan.

Dunia usaha juga didorong berperan aktif, termasuk lewat praktik bisnis berkelanjutan, restorasi habitat, serta edukasi konservasi kepada karyawan dan masyarakat.

Editor : Adi Permana

Ditulis olehPers Pangannews
Lihat Semua

Komentar Pembaca

Sampaikan pendapat dengan santun dan sesuai topik berita.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.

PANGANNEWS.ID

Jelajahi kanal