Langsung ke konten
PANGANNEWS.ID

Gubernur Bengkulu Desak Menhub Tangani Pendangkalan Pelabuhan Pulau Baai

Bagikan
Pelabuhan Pulau Baai, Bengkulu. (Foto : RRI)
Pelabuhan Pulau Baai, Bengkulu. (Foto : RRI)

Pangannews.id - Gubernur Bengkulu Helmi Hasan akan bertolak ke Jakarta untuk bertemu Menteri Perhubungan (Menhub) Dudy Purwagandhi pada Selasa (3/6/2025). Pertemuan tersebut akan membahas salah satu isu krusial yang tengah dihadapi Bengkulu, yakni pendangkalan alur di Pelabuhan Pulau Baai yang telah mengganggu berbagai aktivitas vital provinsi.

"Besok saya akan langsung berjumpa dengan Menteri Perhubungan untuk menyampaikan pentingnya Provinsi Bengkulu mendapatkan perhatian lebih, baik terkait persoalan Pelabuhan Pulau Baai maupun penerbangan," kata Helmi Hasan di Bengkulu, Senin (2/6/2025).

Menurut Helmi, Pelabuhan Pulau Baai memiliki peran strategis, termasuk sebagai akses utama ke Pulau Enggano, yakni pulau terluar yang menjadi bagian dari wilayah Bengkulu.

Namun saat ini, pendangkalan alur menyebabkan kapal penyeberangan tak dapat beroperasi secara optimal, sehingga distribusi logistik dan mobilitas warga terganggu.

"Warga Enggano yang harus dirujuk ke Kota Bengkulu untuk penanganan medis menjadi terkendala. Untuk itu, kami terpaksa menyediakan layanan penerbangan perintis secara gratis bagi warga yang membutuhkan perawatan kesehatan," ujar Helmi.

Pendangkalan alur juga berdampak pada distribusi bahan bakar minyak (BBM). Selama dua bulan terakhir, kapal pengangkut BBM tidak bisa bersandar di Pelabuhan Pulau Baai.

Pertamina pun terpaksa mendistribusikan BBM dari terminal di provinsi tetangga, yang membuat proses distribusi menjadi lebih sulit dan volume pengiriman terbatas.

“Ini bukan hanya soal transportasi, tapi menyangkut kehidupan masyarakat luas. Distribusi barang, BBM, bahkan ekspor komoditas unggulan Bengkulu jadi terganggu karena permasalahan alur ini,” lanjut Helmi.

Selain isu pelabuhan, Helmi juga akan menyampaikan persoalan keterbatasan jadwal penerbangan komersial dari dan ke Bengkulu.

Minimnya jam terbang disebut berkontribusi terhadap mahalnya harga tiket pesawat, yang membebani masyarakat dan pelaku usaha.

“Situasi ini harus menjadi perhatian pemerintah pusat. Bengkulu tidak bisa terus terisolasi hanya karena infrastruktur transportasi yang tidak memadai,” tegasnya.

Helmi berharap pertemuan dengan Menhub Dudy Purwagandhi dapat membuka jalan bagi percepatan penanganan pendangkalan alur Pelabuhan Pulau Baai dan peningkatan konektivitas udara Bengkulu.

"Kami butuh langkah konkret dan cepat dari pemerintah pusat agar Bengkulu tidak terus tertinggal," tutupnya.

Editor : Adi Permana

Ditulis olehPers Pangannews
Lihat Semua

Komentar Pembaca

Sampaikan pendapat dengan santun dan sesuai topik berita.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.

PANGANNEWS.ID

Jelajahi kanal