Cara Mudah Menanam Tanaman Herbal di Halaman Rumah

Pers Pangannews

Rabu, 04 Juni 2025 20:15 WIB

news
Budidaya tanaman herbal di rumah tidak hanya menyehatkan tetapi juga menghemat biaya. Simak panduan praktisnya di sini. (iStockphoto)

Pangannews.id - Budidaya tanaman herbal di rumah menjadi pilihan populer karena manfaatnya yang beragam. Selain dapat digunakan untuk kebutuhan dapur dan pengobatan alami, tanaman herbal juga mudah ditanam dan dirawat di lahan sempit.

Jenis Tanaman Herbal yang Cocok Ditanam di Rumah

Beberapa tanaman herbal yang mudah dibudidayakan di rumah antara lain daun mint, jahe, kunyit, serai, kemangi, daun salam, dan lengkuas. Tanaman ini tidak memerlukan perawatan intensif dan bisa tumbuh di pot, polybag, atau pekarangan kecil.

Persiapan Media Tanam

Gunakan campuran tanah gembur, pupuk kompos, dan sekam bakar sebagai media tanam. Pastikan media memiliki drainase baik agar akar tidak tergenang air. Pot atau wadah sebaiknya memiliki lubang di bagian bawah untuk sirkulasi air.

Penanaman

Penanaman dapat dilakukan dari biji, stek, atau rimpang, tergantung jenis herbal. Misalnya, jahe dan kunyit bisa ditanam dari potongan rimpang, sementara kemangi dan mint lebih baik dari biji atau stek batang. Penanaman dilakukan saat pagi atau sore hari untuk menghindari panas terik.

Perawatan Tanaman

Tanaman herbal membutuhkan penyiraman rutin setiap pagi atau sore, tergantung kelembaban tanah. Pemupukan organik seperti kompos cair bisa diberikan setiap dua minggu. Pembersihan gulma dilakukan secara berkala agar tidak mengganggu pertumbuhan tanaman.

Pemanenan

Waktu panen bervariasi, tergantung jenis tanaman. Daun herbal seperti mint dan kemangi bisa dipanen 1–2 bulan setelah tanam. Rimpang seperti jahe dan kunyit membutuhkan waktu 6–10 bulan sebelum siap dipanen.

Budidaya herbal di rumah memberikan banyak keuntungan, baik dari sisi ekonomi, kesehatan, maupun keberlanjutan lingkungan. Dengan sedikit perawatan, tanaman herbal dapat tumbuh subur dan menjadi solusi alami untuk kebutuhan sehari-hari.

Editor: Adi Permana


Kolom Komentar

You must login to comment...