Langsung ke konten
PANGANNEWS.ID

Bea Cukai Aceh Minta Eksportir Nilam Cantumkan Asal Komoditas dalam Dokumen Ekspor

Bagikan
Penyulingan minyak nilam Aceh. (Foto : bsimaslahat.or.id)
Penyulingan minyak nilam Aceh. (Foto : bsimaslahat.or.id)

Pangannews.id - Kantor Wilayah Bea Cukai Aceh mengimbau para pelaku ekspor, khususnya komoditas nilam, agar lebih cermat dalam menyampaikan dokumen ekspor.

Salah satu poin penting yang ditekankan adalah keharusan mencantumkan asal daerah komoditas dalam dokumen Pemberitahuan Ekspor Barang (PEB).

Hal ini disampaikan Muparrih, Kepala Seksi Bimbingan Kepatuhan dan Humas Bea Cukai Aceh, dalam sebuah fokus grup diskusi yang digelar oleh Atsiri Research Center (ARC) Universitas Syiah Kuala (USK).

Muparrih menyayangkan masih banyaknya praktik ekspor nilam yang dilakukan di luar wilayah Aceh, meskipun komoditas tersebut sebenarnya berasal dari provinsi tersebut.

Menurutnya, hal ini menyebabkan data ekspor nasional tidak mencerminkan kontribusi nyata Aceh sebagai produsen utama nilam.

“Kalau asal nilam dari Aceh, tapi dokumen PEB dibuat di luar daerah, tentu pencatatan nasional jadi tidak menggambarkan peran Aceh secara utuh,” jelasnya.

Selain menyoroti pentingnya akurasi dokumen ekspor, Muparrih juga menyampaikan dukungan terhadap pemanfaatan teknologi dalam mendukung transparansi dan efisiensi rantai pasok nilam.

Salah satu inisiatif yang didorong adalah penggunaan platform myNilam, sebuah aplikasi digital yang dikembangkan oleh International Labour Organization (ILO).

Menurutnya, digitalisasi seperti ini dapat mengintegrasikan pelaku usaha dari tingkat petani hingga eksportir, sekaligus meningkatkan daya saing produk nilam Aceh di pasar internasional.

“Transformasi digital akan memperkuat konektivitas, efisiensi logistik, dan transparansi. Ini penting agar ekosistem nilam tumbuh lebih sehat dan berkelanjutan,” ujarnya.

Bea Cukai Aceh juga menyatakan kesiapannya untuk mendampingi para pelaku usaha nilam dalam proses ekspor, baik dari sisi kepatuhan administrasi maupun dalam pembukaan akses pasar global.

“Kami berkomitmen memberikan asistensi penuh, agar pelaku usaha nilam bisa menembus pasar dunia. Harapannya, ini akan berdampak langsung pada peningkatan kesejahteraan petani dan pengusaha lokal,” tutup Muparrih.

Editor : Adi Permana

 

Ditulis olehPers Pangannews
Lihat Semua

Komentar Pembaca

Sampaikan pendapat dengan santun dan sesuai topik berita.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.

PANGANNEWS.ID

Jelajahi kanal