Kamis, 28 Agustus 2025 10:10 WIB
Pangannews.id - Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Wilayah Kendeng Selatan mencatat terdapat 334 sumur minyak tua peninggalan masa kolonial yang tersebar di sejumlah kecamatan di Kabupaten Blora, Jawa Tengah.
Sebagian sumur masih aktif dikelola secara tradisional oleh masyarakat, sementara sisanya telah berhenti produksi atau ditutup karena alasan keselamatan.
“Dari jumlah tersebut, 264 sumur dikelola oleh BUMD, 54 oleh Koperasi Unit Desa (KUD) Jiken, dan 16 sumur oleh KUD Jati,” ujar Pelaksana tugas (Plt) Kepala Cabang Dinas ESDM Wilayah Kendeng Selatan Blora, Hadi Susanto, dikutip dari Antara.
Mayoritas sumur berada di wilayah utara Blora yang sejak lama dikenal sebagai ladang minyak rakyat. Sebaran titik sumur tua ditemukan di Kecamatan Jati, Jiken, Randublatung, Kradenan, Jepon, serta sebagian kecil di Cepu dan sekitarnya. Namun, dari ratusan sumur yang terdata, tidak semuanya masih beroperasi.
“Yang aktif ditambang masyarakat secara tradisional hanya sebagian kecil. Banyak yang sudah tidak produktif atau ditutup demi keselamatan,” jelas Hadi.
Pemerintah sebenarnya telah menetapkan bahwa pengelolaan sumur tua seharusnya dilakukan melalui kerja sama resmi antara BUMN migas dan koperasi rakyat. Namun, Hadi mengakui masih ada aktivitas pengeboran ilegal di beberapa lokasi.
“Kondisi ini cukup berbahaya karena bisa memicu kebakaran hingga pencemaran lingkungan. Sumur-sumur tua ini memang bagian dari sejarah, tapi tetap harus dikelola sesuai aturan. Jika tidak, risikonya sangat tinggi,” tegasnya.
Kekhawatiran serupa juga disampaikan tokoh masyarakat Blora, Keluk Pristiwahana. Menurutnya, minyak telah menjadi bagian dari kehidupan warga Blora sejak lama.
“Sejak zaman kakek buyut kami, masyarakat di sini hidup dari minyak. Tapi sekarang kondisinya serba sulit. Harapan kami, pemerintah hadir memberi solusi agar pengelolaan lebih aman dan tetap menyejahterakan warga,” ujarnya.
Ia juga mendorong agar ke depan sumur-sumur tua dilengkapi dengan teknologi yang lebih baik serta memperhatikan aspek keselamatan dan kesehatan kerja (K3).
“Kami ingin tambang minyak rakyat ini tetap jalan, tapi dengan cara yang tidak membahayakan siapa pun,” tambahnya.
Sebagai salah satu daerah penghasil minyak tertua di Indonesia, Blora menyimpan sejarah panjang dalam industri migas nasional.
Eksplorasi minyak di wilayah ini telah dimulai sejak era kolonial Belanda, dan jejaknya masih terlihat dari ratusan sumur tua yang tersebar di berbagai pelosok desa.
Meski produksinya terus menurun, keberadaan sumur-sumur tersebut masih menjadi tumpuan penghidupan bagi sebagian masyarakat setempat.
Editor : Adi Permana
Senin, 25 Mei 2026 08:55 WIB
Minggu, 24 Mei 2026 15:44 WIB
Minggu, 24 Mei 2026 08:51 WIB
Minggu, 24 Mei 2026 08:36 WIB
You must login to comment...
Be the first comment...