Danantara Kucurkan Rp1,5 Triliun ke ID FOOD untuk Serap Gula Petani

Pers Pangannews

Rabu, 03 September 2025 12:22 WIB

news
Danantara kucurkan Rp1,5 Triliun ke ID FOOD untuk serap gula petani. (Foto : Sekretariat Negara)

Pangannews.id - PT Danantara Asset Management (Persero) atau Danantara resmi mengucurkan pendanaan sebesar Rp1,5 triliun kepada ID FOOD Group melalui skema shareholders loan. Dana ini digunakan untuk menyerap gula produksi petani tebu rakyat sebagai bagian dari penguatan Cadangan Gula Pemerintah (CGP).

Langkah ini mendapat dukungan langsung dari Badan Pangan Nasional (Bapanas) yang menyebut skema pembiayaan ini mengutamakan pendekatan business to business (B2B) ketimbang skema Penyertaan Modal Negara (PMN) yang sebelumnya kerap digunakan.

“Terima kasih kepada Bapak Rosan Roeslani dan Bapak Doni Oskaria dari Danantara yang sudah memberikan pembiayaan kepada ID FOOD untuk menyerap gula petani. Ini sejalan dengan arahan Bapak Presiden Prabowo untuk terus membantu para petani kita,” ujar Kepala Bapanas, dikutip Rabu (3/9/2025).

Dana sebesar Rp1,5 triliun itu telah digelontorkan pada akhir Agustus lalu, sebagai tindak lanjut surat Kepala Bapanas kepada Menteri BUMN tertanggal 14 Agustus 2025. Surat tersebut juga ditembuskan ke Danantara sebagai bentuk percepatan penguatan stok CGP nasional.

Sesuai Keputusan Kepala Bapanas Nomor 40 Tahun 2025, ditetapkan bahwa target stok CGP minimal yang harus dikelola mencapai 260 ribu ton, dengan stok akhir tahun berada di angka 26 ribu ton. Saat ini, per 1 September, total stok CGP baru mencapai 170 ribu ton, tersebar di ID FOOD dan Perum Bulog.

Adapun realisasi serapan gula petani hingga 29 Agustus 2025 tercatat 49,9 ribu ton. Rinciannya, ID FOOD Group menyerap 21,5 ribu ton, asosiasi pedagang 21,59 ribu ton, dan PT Sinergi Gula Nusantara (SGN) 6,9 ribu ton. Masih tersisa 31,9 ribu ton yang akan diserap secara bertahap dalam beberapa minggu ke depan.

Petani Desak Percepatan Pembayaran

Meski pendanaan telah dikucurkan, Asosiasi Petani Tebu Rakyat Indonesia (APTRI) mengeluhkan lambannya pembayaran kepada petani. Sekretaris Jenderal DPN APTRI M Nur Khabsyin menyebut, hingga saat ini Danantara belum melakukan pembayaran atas pembelian gula petani.

“Kami mohon itu segera dibayarkan ke petani. Proses administrasinya agar segera selesai, karena petani sudah menunggu dua bulan,” kata Khabsyin usai Seminar Ekosistem Gula Nasional, Rabu (27/8/2025).

Ia juga menyampaikan, sekitar 100.000 ton gula milik petani masih menumpuk di gudang tanpa terserap. Menurutnya, Danantara seharusnya tidak hanya menyerap dari tujuh pabrik tertentu, tetapi juga membeli dari pabrik-pabrik lain, baik milik BUMN maupun swasta.

“Jangan dibeda-bedakan. Swasta juga punya stok yang belum terserap dan perlu diperhatikan,” ujarnya.

Editor : Adi Permana


Kolom Komentar

You must login to comment...