Selasa, 30 September 2025 11:38 WIB
Pangannews.id - Badan Gizi Nasional (BGN) menghentikan sementara operasional 56 dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dikelola Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Keputusan ini diambil setelah muncul kembali kasus keracunan makanan di sejumlah titik layanan.
Wakil Kepala BGN, Nanik S. Deyang, menegaskan keselamatan penerima manfaat tidak bisa ditawar. Dari puluhan dapur yang dinonaktifkan, beberapa di antaranya berada di Kabupaten Bandung Barat, yakni SPPG Cipongkor Cijambu, Cipongkor Neglasari, dan Cihampelas Mekarmukti, serta satu dapur di Banggai Kepulauan, Sulawesi Tengah.
“Penghentian sementara ini bagian dari evaluasi menyeluruh agar peristiwa serupa tidak terjadi lagi. Prioritas utama kami adalah melindungi masyarakat, terutama anak-anak penerima program MBG,” ujar Nanik, Selasa (30/9).
Nanik menjelaskan seluruh SPPG yang terkena sanksi sementara kini menunggu hasil pemeriksaan laboratorium yang tengah dilakukan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).
Temuan uji laboratorium itu akan menentukan langkah berikutnya, mulai dari perbaikan sistem, peningkatan pengawasan, hingga sanksi tegas bagi mitra yang terbukti lalai.
“BGN berkomitmen agar insiden keracunan tidak terulang. Dengan penguatan pengawasan, kami ingin kepercayaan publik terhadap Program MBG tetap terjaga,” ucapnya.
Sementara itu, Presiden Prabowo Subianto sebelumnya menginstruksikan seluruh dapur MBG untuk memiliki perangkat uji makanan (test kit) sebagai bagian dari prosedur standar operasional. Alat itu wajib digunakan sebelum makanan didistribusikan ke sekolah, balita, maupun ibu hamil.
“Kita sudah menyiapkan SOP. Semua peralatan dapur harus dicuci dengan teknologi yang tepat agar bebas bakteri. Setiap dapur wajib punya test kit untuk memastikan makanan benar-benar aman sebelum dikirim,” kata Prabowo di Jakarta, Senin (29/9/2025).
Editor : Adi Permana
Rabu, 20 Mei 2026 11:23 WIB
Senin, 11 Mei 2026 14:05 WIB
You must login to comment...
Be the first comment...