Kamis, 02 Oktober 2025 10:30 WIB
Pangannews.id – Puluhan petani cabai di Desa Pulau Telo, Kecamatan Selat, Kabupaten Kapuas, mengikuti Sekolah Lapang Budidaya Cabai berbasis konsep Pengendalian Hama Terpadu (PHT), Rabu (1/10/2025).
Program ini bertujuan meningkatkan kemampuan petani dalam budidaya cabai sekaligus memperkuat perlindungan produksi dari ancaman organisme pengganggu tanaman (OPT).
Sekolah lapang memberikan pembekalan mulai dari analisis agroekosistem, teknik budidaya, hingga pengelolaan pascapanen.
Narasumber kegiatan, Ahmadi, Petugas Pengendali Organisme Pengganggu Tanaman (POPT) Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Peternakan Provinsi Kalimantan Tengah, menjelaskan pentingnya petani memahami cara identifikasi hama dan penyakit agar bisa mengambil langkah tepat di lahan mereka sendiri.
Sementara itu, Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Peternakan Kalimantan Tengah, Rendy Lesmana, mengapresiasi kegiatan ini. Ia menilai sekolah lapang menjadi solusi untuk menjaga produksi cabai.
“Serangan hama jika tidak segera dikendalikan dapat menyebabkan kehilangan hasil panen. Sekolah lapang memberi keterampilan yang dibutuhkan petani dalam mengelola OPT,” ujarnya.
Rendy menambahkan, masalah OPT merupakan persoalan kompleks yang melibatkan interaksi agroekosistem dan campur tangan manusia. Karena itu, konsep PHT dipilih sebagai pendekatan yang lebih efisien, efektif, dan ramah lingkungan.
Program ini juga menjadi bagian dari kegiatan Balai Perlindungan Tanaman Pangan dan Hortikultura di bawah Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Peternakan Kalteng.
Editor : Adi Permana
Selasa, 08 September 2026 12:13 WIB
Sabtu, 05 September 2026 17:11 WIB
Sabtu, 05 September 2026 14:19 WIB
Jumat, 04 September 2026 18:44 WIB
You must login to comment...
Be the first comment...