Dapur MBG di Lampung Gunakan Sistem Pencucian Ompreng Berlapis untuk Cegah Kontaminasi

Pers Pangannews

Kamis, 09 Oktober 2025 07:49 WIB

news
Dapur MBG di Lampung gunakan sistem pencucian ompreng berlapis untuk cegah kontaminasi.

Pangannews.id - Dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Rama Indera 2 di Desa Rama Indera, Kecamatan Seputih Raman, Kabupaten Lampung Tengah, menerapkan standar kebersihan ketat untuk menjaga higienitas makanan dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Asisten Lapangan SPPG Mulya Keluarga Lestari Rama Indera 2, Adi Wargono, mengatakan seluruh proses pengolahan hingga pencucian peralatan dilakukan mengikuti prosedur operasional standar.

Setiap pekerja diwajibkan mencuci tangan dengan sabun sebelum masuk dapur, serta mengenakan perlengkapan pelindung seperti sepatu khusus, sarung tangan, masker, dan penutup rambut.

“Semua pekerja mematuhi aturan higienitas yang sudah ditetapkan. Kami menjaga agar makanan yang diterima siswa tetap bersih dan aman dikonsumsi,” ujarnya.

Salah satu fokus utama dalam menjaga kebersihan dapur adalah proses pencucian ompreng atau wadah makan siswa. Proses ini, kata Adi, dilakukan berlapis dan berulang kali untuk memastikan tidak ada sisa makanan atau bakteri yang tertinggal.

“Ompreng memang menjadi tantangan tersendiri. Proses pencuciannya harus dilakukan secara sistematis, berlapis, dan rinci agar kualitas makanan tetap terjaga saat dikirim ke sekolah-sekolah,” jelasnya.

Pencucian dilakukan dengan air mengalir dan air panas sebanyak tiga kali, guna menghilangkan risiko kontaminasi. Proses tersebut memakan waktu hingga 10 jam setiap harinya dan dikerjakan oleh petugas khusus pencuci ompreng.

Setiap kali ompreng kembali ke dapur, sisa makanan akan dipilah terlebih dahulu menjadi empat kategori, yakni sisa nasi, lauk, sayur, dan sampah nonorganik.

Setelah itu, wadah diguyur air hangat, disabun, dibilas air dingin, kemudian direndam kembali dengan air panas sebelum dikeringkan.

“Proses pengeringan masih kami lakukan manual dalam tiga tahap agar benar-benar kering. Ke depan, kami akan menambah alat pengering otomatis supaya waktu pencucian bisa lebih efisien,” tambah Adi.

Selain menjamin kebersihan makanan, SPPG Rama Indera 2 juga memperhatikan aspek ramah lingkungan. Limbah sisa makanan disaring melalui dua lapis penyaringan sebelum airnya dialirkan ke saluran pembuangan.

“Air yang keluar dari dapur sudah melalui penyaringan, jadi tidak ada sisa nasi atau makanan yang bisa mencemari lingkungan. Kami ingin menjaga agar sekitar dapur tetap bersih dan tidak menimbulkan bau,” katanya.

Dapur SPPG Rama Indera 2 yang beroperasi di bawah pengelolaan Mulya Keluarga Lestari ini melayani 12 sekolah dari tingkat TK hingga SMA dengan total 3.582 penerima manfaat program Makan Bergizi Gratis di wilayah Lampung Tengah.

Editor : Adi Permana


Kolom Komentar

You must login to comment...