Pangannews.id - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Penajam Paser Utara meluncurkan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) Mandiri yang dibiayai penuh dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). Program ini dijalankan dengan melibatkan langsung lingkungan sekolah, mulai dari guru, komite, hingga pengelola kantin.
Bupati Penajam Paser Utara, Mudyat Noor, mengatakan program MBG Mandiri ini berbeda dari skema nasional yang dikelola oleh Badan Gizi Nasional (BGN) melalui Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
Menurutnya, MBG Mandiri lebih menekankan pemberdayaan komunitas sekolah agar pelaksanaannya lebih cepat, efisien, dan sesuai kebutuhan lokal.
“Pemerintah kabupaten menjalankan MBG Mandiri dengan dana dari APBD. Pelaksanaannya berbasis sekolah, sehingga makanan bisa disiapkan lebih cepat, lebih segar, dan memberdayakan warga sekolah,” ujar Mudyat.
Pengelolaan makanan dilakukan oleh komite sekolah atau kantin sekolah, dengan bahan pangan lokal agar mudah didapat dan menjaga cita rasa khas daerah.
Selain memperkuat ketahanan pangan di lingkungan sekolah, skema ini juga membuka peluang ekonomi bagi pelaku usaha kecil di sekitar sekolah.
Dalam pelaksanaannya, Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Dikpora) bekerja sama dengan Dinas Kesehatan untuk memastikan setiap menu yang disajikan memenuhi standar gizi seimbang. Dinas Kesehatan juga memberikan panduan menu bergizi setiap pekan yang wajib diikuti sekolah.
Pendanaan MBG Mandiri bersumber dari Bantuan Operasional Sekolah (BOS) yang disalurkan melalui Dinas Dikpora. Setiap porsi makanan dihargai Rp12.000, dengan rincian Rp10.000 untuk menu utama dan Rp2.000 untuk pajak serta biaya transportasi.
Program ini menyasar sekolah-sekolah yang tidak termasuk dalam daftar penerima program MBG nasional, mencakup jenjang PAUD, TK, SD, dan SMP. Setidaknya 107 sekolah di Kecamatan Penajam, Waru, Babulu, serta beberapa sekolah di Kecamatan Sepaku menjadi penerima manfaat.
“Prioritas kami adalah sekolah-sekolah di wilayah pedesaan dan daerah yang jauh dari pusat kota agar anak-anak di sana tetap mendapatkan asupan bergizi yang layak,” tambah Mudyat.
Editor : Adi Permana


Komentar Pembaca
Sampaikan pendapat dengan santun dan sesuai topik berita.
Masuk untuk ikut berdiskusi.
MasukBelum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.