Untuk Pertama Kalinya, Nyamuk Ditemukan Hidup di Islandia

Pers Pangannews

Selasa, 21 Oktober 2025 19:31 WIB

news
Ilustrasi: seekor nyamuk. (Foto : Pixabay)

Pangannews.id - Untuk pertama kalinya dalam sejarah, para ilmuwan mengonfirmasi keberadaan nyamuk yang hidup di alam liar Islandia, negara yang selama ini dikenal sebagai salah satu wilayah bebas nyamuk di dunia.

Penemuan langka ini terjadi di Kjos, lembah pedesaan dekat Hvalfjordur, ketika tiga ekor nyamuk ditemukan oleh penggemar serangga Bjorn Hjaltason pada awal Oktober.

Hjaltason kemudian membagikan temuannya di grup Facebook Skordyr á Íslandi (Serangga di Islandia), yang segera menarik perhatian komunitas ilmiah setempat.

Sampel nyamuk tersebut dikirim ke Institut Sejarah Alam Islandia untuk dianalisis lebih lanjut. Setelah dilakukan pemeriksaan, ahli entomologi Matthias Alfredsson memastikan bahwa serangga itu merupakan Culiseta annulata, salah satu spesies nyamuk yang mampu bertahan di suhu dingin ekstrem dan banyak ditemukan di wilayah Eropa utara.

Menurut Alfredsson, keberadaan spesies ini menandai kemungkinan bahwa nyamuk mulai beradaptasi dan dapat menetap di ekosistem Islandia.

“Jenis ini biasanya mampu bertahan sepanjang musim dingin dengan bersembunyi di tempat lembap dan teduh seperti ruang bawah tanah atau kandang hewan,” ujarnya kepada media nasional setempat.

Sebelumnya, nyamuk memang pernah masuk ke Islandia secara tidak sengaja, biasanya terbawa oleh pesawat atau barang impor. Namun, ini adalah kali pertama nyamuk ditemukan hidup dan beradaptasi secara alami di lingkungan negara Nordik tersebut.

Para ahli menilai temuan ini sebagai indikasi langsung dari dampak perubahan iklim terhadap perluasan habitat serangga di wilayah utara.

Kenaikan suhu rata-rata dalam beberapa dekade terakhir membuat musim dingin di Islandia menjadi lebih hangat dan memberi peluang bagi spesies tahan dingin seperti nyamuk untuk berkembang biak.

Fenomena serupa sebelumnya terjadi pada agas penggigit (biting midges), serangga pengisap darah yang mulai bermukim di Islandia sejak tahun 2015. Kini, nyamuk tampaknya mengikuti jejak yang sama.

“Perubahan suhu dan kondisi lingkungan membuat spesies seperti ini bisa bertahan di tempat yang sebelumnya mustahil. Ini tanda bahwa ekosistem kita sedang berubah,” kata Alfredsson, seperti dikutip dari Antara.

Meskipun Culiseta annulata bukan pembawa penyakit serius, kemunculannya menimbulkan pertanyaan baru tentang dampak ekologis dan potensi risiko kesehatan di masa depan.

Islandia selama ini dikenal sebagai salah satu negara dengan lingkungan steril dari vektor penyakit tropis. Masuknya spesies baru dapat mengubah dinamika ekosistem yang sudah stabil selama ribuan tahun.

Para peneliti kini melakukan pengamatan lanjutan untuk memastikan apakah nyamuk tersebut bisa bertahan melewati musim dingin panjang Islandia. Jika berhasil, hal ini dapat menandai awal dari era baru penyebaran serangga di wilayah Arktik akibat pemanasan global.

Editor : Adi Permana


Kolom Komentar

You must login to comment...