Langsung ke konten
PANGANNEWS.ID

Universitas Brawijaya Kembangkan Stasiun Riset Kehutanan di UB Forest

Bagikan
Stasiun Riset Pendidikan dan Pelatihan Kehutanan Terpadu UB di Kawasan Laboratorium UB Forest Resort Buntoro, Desa Ngenep, Kec. Karangploso, Kab. Malang. (Foto: Prasetya UB)
Stasiun Riset Pendidikan dan Pelatihan Kehutanan Terpadu UB di Kawasan Laboratorium UB Forest Resort Buntoro, Desa Ngenep, Kec. Karangploso, Kab. Malang. (Foto: Prasetya UB)

Pangannews.id - Universitas Brawijaya (UB) meresmikan Stasiun Riset Pendidikan dan Pelatihan Kehutanan Terpadu di kawasan UB Forest Resort Buntoro, Desa Ngenep, Kecamatan Karangploso, Kabupaten Malang. Fasilitas ini disiapkan sebagai basis kegiatan riset dan pendidikan kehutanan di lingkungan hutan kampus.

Peresmian dilakukan oleh Rektor UB Prof. Widodo bersama Wakil Rektor Bidang Riset dan Inovasi Prof. Unti Ludigdo. Kegiatan berlangsung di kawasan laboratorium lapangan UB yang selama ini dimanfaatkan sebagai hutan pendidikan dan penelitian.

Sebagai penanda dimulainya operasional awal, pimpinan universitas melakukan penanaman pohon saninten (Castanopsis argentea Blume), jenis tanaman langka yang menjadi bagian dari program adopsi pohon di kawasan tersebut.

Selain itu, rombongan juga meninjau area stasiun riset melalui kegiatan trekking sejauh sekitar tiga kilometer.

Prof. Unti Ludigdo mengatakan, stasiun riset tersebut masih berada pada tahap pengembangan awal. UB akan menyiapkan sarana dan prasarana secara bertahap agar kawasan ini dapat mendukung aktivitas penelitian, pendidikan, dan pelatihan kehutanan.

Pada tahap awal, UB menjalankan dua program utama, yakni adopsi pohon pakan dan adopsi pohon langka. Program ini diarahkan untuk menjaga kelestarian kawasan sekaligus mendukung pengelolaan hutan pendidikan secara berkelanjutan.

Pengembangan stasiun riset kehutanan ini diharapkan membuka ruang kolaborasi riset lintas disiplin dan menarik minat peneliti, baik dari internal UB maupun dari luar kampus.

Rektor UB Prof. Widodo menilai keberadaan stasiun riset tersebut memerlukan dukungan ekosistem yang berkelanjutan. Ia juga mengapresiasi keterlibatan sivitas akademika UB dan masyarakat sekitar dalam pengelolaan kawasan hutan pendidikan tersebut.

Ia berharap, ke depan kawasan ini tidak hanya menjadi lokasi penelitian, tetapi juga menghasilkan kajian dan temuan yang bermanfaat bagi pengembangan ilmu pengetahuan serta upaya pelestarian lingkungan.

Editor : Adi Permana

 

Ditulis olehPers Pangannews
Lihat Semua

Komentar Pembaca

Sampaikan pendapat dengan santun dan sesuai topik berita.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.

PANGANNEWS.ID

Jelajahi kanal