Pascakeracunan Ratusan Siswa, Tiga Dapur MBG di Cianjur Ditutup Sementara

Pers Pangannews

Kamis, 29 Januari 2026 17:02 WIB

news
Pascakeracunan ratusan siswa, tiga dapur MBG di Cianjur ditutup sementara.

Pangannews.id - Kasus keracunan yang menimpa ratusan siswa penerima program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Cianjur berbuntut pada penghentian sementara operasional dapur penyedia makanan. Satuan Tugas MBG setempat menutup tiga dapur mitra Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di tiga kecamatan berbeda.

Langkah tersebut diambil menyusul laporan sekitar 300 siswa di Kecamatan Kadupandak, Pegelaran, dan Cikalongkulon yang mengalami gangguan kesehatan setelah mengonsumsi menu MBG. Sebagian siswa harus mendapatkan perawatan di puskesmas hingga rumah sakit.

Wakil Ketua Satgas MBG Kabupaten Cianjur, Arif Purnawan, mengatakan penutupan dilakukan sebagai bagian dari upaya pencegahan agar kejadian serupa tidak terulang. Operasional dapur akan dihentikan sampai hasil pemeriksaan laboratorium dari Dinas Kesehatan maupun BPOM diterbitkan.

“Tiga dapur yang kami hentikan sementara yakni SPPG Sukagalih di Cikalongkulon, SPPG Sindangkerta 3 di Pegelaran, dan SPPG Gandasari di Kadupandak. Seluruh prosesnya sedang kami evaluasi,” ujar Arif, Rabu.

Selain menunggu hasil uji laboratorium, Satgas MBG bersama Dinas Kesehatan melakukan penelusuran menyeluruh terhadap tata kelola dapur. Pemeriksaan mencakup proses pengadaan bahan pangan, pengolahan makanan, hingga tahapan pengemasan sebelum didistribusikan ke sekolah.

Arif menegaskan, tim teknis telah mengambil sampel sisa makanan untuk kepentingan pengujian. Apabila ditemukan adanya pelanggaran prosedur atau kelalaian, pengelola dapur tidak akan langsung diizinkan kembali beroperasi sebelum mendapatkan pembinaan.

Selama ini, pengawasan terhadap dapur MBG diklaim telah dilakukan secara berlapis, mulai dari kepala dapur, tenaga ahli gizi, hingga koordinator kecamatan. Namun, kejadian keracunan ini menjadi evaluasi penting bagi Satgas MBG untuk memperketat pengawasan di lapangan.

Sebelumnya, ratusan siswa di tiga kecamatan di Kabupaten Cianjur dilaporkan mengalami keluhan seperti pusing, mual, muntah, dan diare usai menyantap menu MBG. Bahkan, sejumlah siswa baru merasakan gejala setelah pulang ke rumah, sehingga harus dibawa ke fasilitas kesehatan terdekat.

Hingga Rabu (28/1/2026) pagi, sekitar 300 siswa tercatat sempat menjalani perawatan medis. Sebagian besar telah dipulangkan setelah kondisinya membaik, namun tetap berada dalam pemantauan tenaga kesehatan di puskesmas dan rumah sakit setempat.

Editor : Adi Permana


Kolom Komentar

You must login to comment...